Nurul Ghufron, Mundur atau Maju Terus?

Jadi Bacarek, Lolos Pimpinan KPK

AGEN ANTIRASUAH: Dekan FH Unej Dr Nurul Ghufron yang lolos jadi pimpinan KPK.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dekan Fakultas Hukum (FH) Unej Dr Nurul Ghufron secara resmi telah terpilih menjadi satu dari lima pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Walau begitu, Nurul Ghufron, yang namanya masuk sebagai bakal calon rektor (bacarek), masih diperkenankan mengikuti tahapan Pilrek Unej.

Lolosnya Nurul Ghufron jadi pimpinan KPK tersebut setelah Komisi III DPR RI melakukan pemilihan berdasarkan voting, dini hari kemarin (13/9). Pria asal Sumenep yang menyelesaikan studi S-1 di Unej tersebut mengantongi 51 suara. Empat unsur pimpinan KPK lainnya adalah Firli Bahuri (56 suara), Alexander Marwata (53 suara), Nawawi Pomolango (50 suara), dan Lili Pintauli Siregar (44 suara).

Walau Komisi III DPR RI telah memilih Ghufron, tapi dia juga tercatat sebagai bacarek. “Masih tercatat di bakal calon,” kata Dr Moch Ali, Ketua Panitia Pilrek Unej. Ali menjelaskan, Ghufron masih diperbolehkan mengikuti tahapan Pilrek Unej yang pada 1 Oktober mendatang agendanya penyampaian visi misi.

Sebetulnya, kata dia, dalam masa sekarang, Bacarek Unej ini tidak diperkenankan untuk mengundurkan diri. Kendati begitu, menurut Ali ,dengan terpilihnya Ghufron, sepanjang belum dilantik secara resmi oleh Presiden RI Joko Widodo, maka dia boleh mengikuti tahapan pilrek. “Sejauh ini belum ada pemberitahuan Nurul Ghufron tidak meneruskan lagi pilrek,” terangnya.

Semisal Nurul Ghufron tidak meneruskan pilrek atau sudah dilantik jadi pimpinan KPK, maka secara otomatis juga mundur dari Bacarek Unej. “Kalau sudah dilantik juga tidak boleh dobel jabatan. Sehingga, Nurul Ghufron juga melepas jabatan sebagai Dekan FH Unej,” paparnya.

Menurut dia, meski dalam klausul peraturan bacarek tidak boleh mundur, namun untuk kasus Nurul Ghufron terjadi pengecualian. Dia beralasan, karena institusi dan peraturannya lebih tinggi. “Maka ketentuan itu dianulir, dan diperbolehkan mundur,” tuturnya.

IKLAN

Reporter : Dwi Siswanto

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Mahrus Sholih