Klarifikasi Dekan FKIP Unej Soal Twibon Bendera Ormas Terlarang

Mahasiswa Asal Comot Gambar, Tak Terlibat Organisasi Terlarang

PICU MASALAH: Twibon yang dibuat mahasiswa Prodi Biologi FKIP Unej, yang memantik masalah. Setelah diklarifikasi, rupanya mahasiswa yang membuat itu hanya asal comot gambar agar terlihat bagus.

RADARJEMBER, JEMBER – Kampus Universitas Jember (Unej) sempat dihebohkan muculnya desain poster yang beredar di media sosial. Karena dalam poster itu ada gambar kartun sesosok perempuan berjilbab yang mengenakan topi hitam bertulis kalimat arab. Tangan kirinya, memegang bendera putih yang juga bertuliskan arab. Bendera ini diidentikkan dengan simbol organisasi terlarang, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Setelah ditelusuri, rupanya pembuat poster tersebut adalah mahasiswa baru program studi (prodi) Pendidikan Biologi di Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unej. “Saya langsung datangkan mahasiwa dan kakak kandungnya, yang juga mahasiswa Unej, serta pengurus jurusan untuk kebenaran isu yang beredar,” ungkap Prof Dafik, Dekan FKIP Unej, yang langsung menelusuri kebenaran kabar miring terebut.

Dari pertemuan itu, kata Dafik, mahasiswa calon guru tersebut diketahui hanya asal comot gambar karena dianggap bagus. Mahasiswa itu juga mengaku tidak mengetahui bahwa gambar yang dipasang itu adalah salah satu bendera organisasi terlarang. Dia juga tidak paham tentang organisasi itu, kerena hanya ingin dianggap desain posternya bagus dan tugasnya membuat twibon selesai dengan baik.

Mengetahui penjelasan dari mahasiswa tersebut, Dafik mengklarifikasi bahwa mahasiswanya tidak terindikasi terlibat organisasi terlarang. “Selaku dekan, saya menegaskan bahwa simbol-simbol apapun yang dapat merepresentasikan organisasi terlarang dengan tegas kami tolak. Ini wajib menjadi perhatian serius bagi sivitas akademika. Kami berkomitmen, bahwa aktivitas apapun di kampus harus selaras dan menjunjung tinggi tegak dan utuhnya NKRI,” tandasnya. (*)

IKLAN

Reporter : Pradini Anjar Agustin

Fotografer : Istimewa

Editor : Mahrus Sholih