Judi Pilkades, Nodai Demokrasi Desa

Satgas Tangkap 10 Pelaku Taruhan

NODAI DEMOKRASI: Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo bertanya ke sejumlah pelaku judi pilkades yang ditangkap Tim Satgas Anti Judi di halaman mapolres, kemarin. Meski sudah diantisipasi, namun judi pilkades masih saja terjadi.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak tahap kedua menjadi kesempatan sejumlah orang untuk menggelar taruhan. Pada gelaran pilkades, Kamis (12/9) lalu, polisi menangkap 10 orang karena terlibat kasus perjudian. Para pelaku diamankan Tim Satuan Tugas (Satgas) Anti Judi Pilkades yang dibentuk Polres Jember.

“Para tersangka diamankan berkat kerja keras Tim Satgas Anti Judi Pilkades. Informasinya juga datang dari warga yang dilibatkan menjadi bagian tim,” kata Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo dalam rilis yang berlangsung di halaman mapolres, kemarin (13/9).
Menurutnya, tim membongkar kasus judi di tiga desa berbeda. Kali pertama dilakukan di Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan. Tiga pelaku, Nurhasim (44 tahun), Suparto (50 tahun), dan Paijan (45 tahun) dibekuk petugas dengan barang bukti uang tunai sebesar Rp 18 juta.

Kasus judi kedua terjadi di Desa Balung Kidul, Kecamatan Balung. Pelaku yang diamankan adalah Usman (54 tahun), Isma’il (60 tahun), dan Andik Indro Purwanto (38 tahun). Dari tiga pejudi ini, polisi juga menyita uang sebanyak Rp 9,5 juta.

Kasus ketiga yakni perjudian di Desa Purwosari, Kecamatan Gumukmas. Petugas menangkap empat orang terkait taruhan pilkades. Masing-masing adalah Samsul Arifin (56 tahun), Sumo (50 tahun), Sumardi (51 tahun), serta Samuri (60 tahun). “Untuk Purwoasri, uang yang diamankan sebesar Rp 28 juta dan lima HP,” jelas Kusworo.

Informasi yang berhasil dikumpulkan menyebutkan, dari sejumlah pelaku judi yang diamankan, tidak berkaitan langsung dengan bakal calon kepala desa yang mengikuti kontestasi pilkades. Para pelaku hanya taruhan untuk menebak siapa calon kepala desa (cakades) yang memenangi kontestasi. Kendati begitu, perilaku mereka tetap dinilai menodai ajang demokrasi desa yang diselenggarakan tiap enam tahun tersebut.
Saat proses penangkapan dilakukan, beberapa pelaku sempat tak mengakui praktik judi yang mereka lakukan. Namun, mereka tak berkutik karena polisi menemukan uang tunai yang terindikasi sebagai taruhan judi. Bahkan, di antara ponsel yang diamankan juga terdapat tanda-tanda perjudian.

Kusworo menegaskan, para pelaku judi tersebut akan diproses sesuai prosedur yang ada. Menurutnya, para pelaku dijerat dengan Pasal 303 KUHP tentang Perjudian. “Ancaman hukumannya minimal 4 tahun dan maksimal 10 tahun penjara,” pungkas Kusworo.

IKLAN

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Jumai

Editor : Mahrus Sholih