Dua Bacarek Unej Bisa Gugur

Sejumlah Bakal Calon Rektor Universitas Jember

DOC RADAR JEMBER

MENUJU BACAREK: Prof Bambang Kuswandi saat mengambil formulir pendaftaran Bacarek Unej.

 

 

 

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dua Bakal Calon Rektor (Bacarek) Universitas Jember (Unej) yang tidak menyetor visi misi, Prof Bambang Kuswandi dan Dr Kahar Muzakhar, bisa jadi dianggap gugur dalam Pilrek Unej. Walau dalam klausul tidak ada sanksi bagi yang tidak menyetor visi misi, tapi ada ketentuan bacarek bisa gugur bila tidak hadir dalam penyampaian visi misi di rapat senat terbuka, 1 Oktober 2019 mendatang.

Pengakuan Prof Bambang Kuswandi, ia tidak segera menyetorkan visi misi dalam batas akhir Selasa 10 September kemarin, lantaran kegiatannya di luar kota yang tak bisa ditinggalkan. “Jika saya tidak memberikan visi misi dan dianggap gugur, tidak masalah. Itu konsekuensi yang harus saya terima,” kata Bambang.

Dia mengaku, drinya tidak menyetorkan visi misi karena jadwal tahapan pilrek itu tidak jelas. “Waktunya tidak jelas, hanya selambat-lambatnya,” katanya. Jika ada jadwal pasti tahapannya, maka Bambang Kuswandi akan mengatur jadwal acara. “Saat di luar kota misalnya, tiba-tiba ada surat pemberitahuan dan pada waktu itu atau besok mengikuti tahapan pilrek, ini yang susah. Jika sudah ada jadwal pasti, pasti enak bisa mengaturnya,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pilrek Unej Dr Moch Ali menjelaskan, penyerahan visi, misi, dan program kerja bacarek itu bersifat wajib. Namun, kata dia, tidak diatur sanksi bacarek yang tidak menyerahkan. “Tidak dianggap mundur ataupun gugur, karena sudah terikat dengan surat pernyataan tidak mengundurkan diri dan sanggup mengikuti seluruh tahapan pilrek,” tegasnya.

Walau begitu, kata dia, ketentuan lain adalah bacarek dianggap gugur jika tidak dapat mempresentasikan visi, misi, dan program kerja. “Jadi, kalau tidak hadir dalam tahap penyaringan terbuka 1 Oktober nanti, dianggap gugur,” imbuhnya.

Kaitannya dengan dua bacarek tidak menyerahkan visi misi, lanjut Ali, bisa jadi mereka tidak hadir dalam penyaringan terbuka. “Kami panitia tidak menggugurkan mereka yang tidak menyerahkan visi misi,” terangnya. Logikanya, lanjut dia, mereka yang tidak menyerahkan visi misi, ketika mempresentasikan, mau mempresentasikan apa. Sebab, visi, misi, dan program kerja tidak diserahkan.

Tidak ada jadwal pasti tahapan pilrek dan hanya selambat-lambatnya, menurut Ali, karena dari awal panitia ini membentuk berdasarkan Permenristekdikti, dan tahapan selanjutnya adalah dari senat sendiri. Sekarang, tahapan penyaringan terbuka sudah ada kepastian, yakni 1 Oktober penyaringan terbuka, dan 16 Oktober penyaringan tertutup. “Kami konsultasi ke rektor selaku ketua Senat Unej,” jelasnya.

Sementara itu, untuk tahapan pemilihan menunggu jadwal dari Kemeristekdikti. “Karena Kementristekdikti juga punya suara, jadi kami mengirimkan surat terlebih dahulu untuk pelaksanaan pemilihan yang tepat kapan. Tapi tetap ada acuan selambat-lambatnya waktu pemilihan,” pungkasnya.

 

 

IKLAN

Reporter : Dwi Siswanto

Fotografer :

Editor : Bagus Supriadi