Berikan Pendidikan Seks sejak Dini

Guru dan Ortu Berperan Penting

KULIAH UMUM: Hadiqotul Ulum, salah seorang pemateri, tengah memaparkan kasus kekerasan seksual pada perempuan dan anak dalam seminar yang digelar di Gedung Kuliah Terpadu (GKT) IAIN Jember, kemarin (12/9).

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus kekerasan seksual yang menimpa perempuan dan anak semakin memprihatinkan. Kondisi ini menjadi kegelisahan sejumlah kalangan, terutama bagi kaum perempuan. Sejumlah pihak menilai, upaya pencegahan sejak dini perlu digalakkan. Para orang tua maupun guru diharapkan menjadi orang pertama yang mencegah kekerasan itu. Salah satunya dengan memberikan pendidikan seks kepada anak.

“Banyak orang tua yang masih ragu memberikan pendidikan seks sejak dini. Karena mereka menganggap hal semacam itu tabu dan diyakini bahwa anak akan paham dengan sendirinya jika sudah dewasa,” kata Hadiqotul Ulum, Pakar Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) Indonesia.

Dijelaskannya, orang tua maupun guru tak bisa hanya memanfaatkan kesadaran seorang anak. Sebab, jika mereka telah menginjak dewasa dan terkena kasus kekerasan, akibat serta dampaknya justru semakin sulit dipulihkan.

Menurutnya, memberikan pendidikan seks sejak dini kepada anak bukan hanya upaya memberikan pemahaman kepada anak seputar seks. Namun, juga menjadi langkah pencegahan agar mereka bisa terhindar dari kejahatan itu, serta tak menjadi korban atau pelaku ketika mereka dewasa kelak. “Karena yang lebih memprihatinkan dari korban pelecehan dan kekerasan seksual itu adalah saat mereka kembali ke masyarakat,” imbuhnya, di hadapan 800-an peserta seminar.

Alumnus program doktor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu juga menjelaskan, meskipun pendidikan seks itu dianggapnya wajib, namun perlu menyesuaikan dengan tingkat kebutuhan dan usia anak. Di hadapan peserta yang mayoritas guru PAUD, perempuan yang akrab disapa Lulu itu mengajak mereka agar berani melawan dan mencegah jika ada indikasi kasus kekerasan seksual.

Meski diakuinya, upaya itu sulit, karena karakter perempuan yang takut dan merasa malu. Namun, dia meyakini dampak yang ditimbulkan jika mereka diam justru semakin besar. “Itulah mengapa pendidikan seks penting bagi anak-anak kita. Semua untuk menjaga kesucian dan kehormatan anak-anak kita kelak di tengah-tengah masyarakat,” jelasnya.

Penanggung jawab Acara Renda Nur Rofiah mengatakan, agenda tersebut memang menjadi salah satu cara untuk memberi penyadaran tentang kasus yang saat ini kian marak terjadi. Oleh karenanya, pihaknya mendatangkan sejumlah pemateri yang kompeten berbicara di hadapan ratusan peserta untuk memberikan kuliah umum seputar kasus kekerasan seksual pada perempuan dan anak. “Karena kasus kekerasan seksual bisa terjadi ke siapa pun,” tuturnya.

Mahasiswa IAIN Jember yang juga sebagai Ketua Umum Ikatan Mahasiswa PAUD Seluruh Indonesia (Ikmapisi) itu juga mengharapkan, pendidikan seks pada anak saat ini tidak hanya menjadi tugas para guru semata, namun yang tak kalah penting adalah peran orang tua. “Memang bukan perkara mudah dan butuh sinergi semua pihak. Setidaknya ini menjadi upaya kita untuk membekali para guru PAUD dan mahasiswa calon guru PAUD saat mereka mengajar nanti,” pungkasnya.

IKLAN

Reporter : Maulana

Fotografer : Maulana

Editor : Mahrus Sholih