Pilih Calon Kades Terbaikmu

Pilkades Tahap Kedua Digelar Hari ini

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Setelah tahapan pertama digelar, Kamis (5/9) pekan kemarin, kini pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) memasuki tahap kedua yang digelar serentak hari ini, Kamis (12/9). Pesta demokrasi enam tahunan itu menjadi salah satu kesempatan masyarakat dalam menentukan calon pemimpin terbaik di desa mereka untuk satu periode kepemimpinan ke depan.

Persiapan sejumlah desa menjadi salah satu faktor penentu kesuksesan proses pemungutan surat suara. Tak jarang panitia menggunakan sejumlah cara untuk menarik perhatian masyarakat agar turut berpartisipasi dalam memberikan hak suaranya. Tak hanya itu, pengamanan saat pelaksanaan turut menjadi salah satu faktor yang tidak bisa dikesampingkan.

“Kita kan saudara dan sak duluran, jangan sampai terpecah gegara beda pilihan politik,” ungkap Suradi, Ketua Panitia Pilkades Balung Kidul, Kecamatan Balung. Meski dalam penyampaian visi-misi calon kades beberapa pekan kemarin sempat memanas, pihaknya tetap mengupayakan pelaksanaan pilkades berjalan kondusif.
Menurutnya, kesuksesan pelaksanaan pilkades mulai dari tahap awal hingga pemungutan suara perlu melibatkan semua pihak. Terlebih menyangkut masalah keamanan yang dianggapnya paling vital.

Hal yang sama juga diungkapkan Darus Salam, Ketua Panitia Pilkades Petung, Kecamatan Bangsalsari. Menurutnya, proses pemungutan suara di desanya dipastikan aman. Hal itu didasarkan dari indikasi sejak tahapan awal proses pilkades di desanya hingga hari ini masih berjalan kondusif.

“Meskipun terpantau aman, namun langkah antisipasi itu tetap kita upayakan. Karena keamanan juga kami prioritaskan. Dan upaya panitia untuk mendorong minat masyarakat agar mau ikut mencoblos,” ungkapnya, saat ditemui di Balai Desa Petung.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember di sejumlah titik menunjukkan, sejumlah wilayah di Jember saat ini tengah melangsungkan tahapan pilkades. Semisal di Jember selatan, sejumlah desa melaksanakan pilkades hari ini. Desa-desa itu berada di Kecamatan Rambipuji, Balung, Puger, Gumukmas, Wuluhan, dan Kecamatan Ambulu.
Sementara kelompok desa di wilayah barat dan tengah masih memasuki tahapan masa kampanye. Sedangkan kelompok desa wilayah utara dan timur, sudah memasuki tahapan penetapan calon kades terpilih.
Teknis Pelaksanaan Perlu Dievaluasi

Di sisi lain, secara teknis pelaksanaan pilkades serentak kali ini ada hal-hal yang dinilai kurang pada penyelenggaraannya. Gelombang pertama di zona A kemarin, misalnya, pelaksanaannya harus dievaluasi agar kesalahan yang terjadi tidak terulang pada pilkades zona B (tahap kedua), serta zona C (tahap ketiga), dan zona D (tahap keempat).
Berdasar penelusuran wartawan Jawa Pos Radar Jember, ada sejumlah kekurangan atau kesalahan teknis yang membuat pilkades di zona A kurang efektif. Hal itu berdampak pada munculnya kecurigaan kecurangan hingga pada tidak puasnya calon tertentu.

Rata-rata, kasus terjadi yaitu molornya waktu pelaksanaan pilkades. Secara teknis, insiden ini disebabkan sistem antrean yang dibuat cukup minim oleh panitia. Akibatnya, terjadi penumpukan surat undangan atau kartu identitas lain di meja panitia. Penumpukan antrean inilah yang perlu dievaluasi agar saat pencoblosan ditutup sudah tidak ada lagi warga yang mengantre.

Anggota DPRD Jember David Handoko Seto menyebutkan, seharusnya panitia mampu mengurai terjadinya antrean panjang. Salah satunya yaitu dengan membuat pintu masuk dan tempat pencoblosan lebih banyak lagi. “Jumlah warga yang memilih itu ribuan. Kalau hanya dibuat satu dusun satu pintu, tentu akan membuat antrean panjang. Lebih baik, teknis antrean ini bisa diurai lagi,” ucap politisi Partai Nasdem tersebut.

Selain antrean yang membuat waktu molor, banyaknya surat suara yang tidak sah juga patut dievaluasi. Insiden di Desa Suren, Kecamatan Ledokombo, misalnya. Ada 1.595 surat suara tidak sah. Di Desa Harjomulyo dan Desa Sempolan, Kecamatan Silo, juga diketahui ada lebih dari seribu surat suara yang tidak sah.

“Ini memang persoalan teknis. Banyaknya surat suara yang tidak sah juga bisa menimbulkan kecurigaan-kecurigaan. Saya kira, panitia harus terus menyosialisasikan agar warga bisa membuka seluruh lipatan kertas supaya semua coblosan warga menjadi sah. Untuk pilkades zona A memang terlambat, tetapi di Jember masih ada zona B, C, dan D,” jelasnya.

David menegaskan, salah satu kunci keberhasilan pilkades yaitu netralitas panitia. Apabila panitia pilkades benar-benar netral, maka penyelenggaraan hajat demokrasi tingkat desa itu akan berjalan lancar. “Selain netral, panitia juga harus menjalankan teknis pemungutan suara secara efektif. Kenapa demikian? Karena kesalahan teknis akan menimbulkan kecurigaan-kecurigaan. Itu harus dihindari,” pungkasnya.

IKLAN

Reporter : Maulana

Fotografer : Nur Hariri

Editor : Mahrus Sholih