Persid Menang, JU Keok

BERPOIN TIGA PERTAMA: Striker Persid junior Anggit Dwi Pramata duel keras dengan stopper Banyuwangi Putra. Dalam laga perdana Piala Soeratin U-17 kemarin (11/9), Persid sukses mengamankan tiga poin.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hasil berbeda diraih oleh dua klub junior Jember. Yakni Persid Jember dan Jember United (JU), dalam laga perdana Piala Soeratin U-17 di Stadion Jember Sports Garden (JSG) kemarin (11/9). Persid Jember berhasil meraih kemenangan 2-0 (1-0) melawan Banyuwangi Putra. Sedangkan JU menelan kekalahan perdana menghadapi tuan rumah Persekam FC 4-0 (0-0) di Lapangan UMM Malang.

Bermain di kandang sendiri menjadi keuntungan bagi Persid junior. Namun, permainan mereka telat panas. Baru di babak kedua, permainan Gilang Oktavana dkk mampu klop dan sukses menerapkan strategi dari pelatih Denny Ariyanto.

Persid sukses mencuri gol di sepuluh menit awal, tepatnya menit ke-7 melalui gol Febri Hamsah. Setelah mampu mencetak gol pembuka, permainan kedua tim sama-sama imbang. Sampai turun minum, tak ada gol tambahan lagi. Di babak kedua, Persid langsung tancap gas. Persid sukses menciptakan beberapa kali peluang emas di depan gawang Banyuwangi Putra. Gol kedua akhirnya tercipta menit ke-50.

Mendapat umpan terobosan dari lini tengah, solo run Bagas Prasetyo Wicaksono melewati hadangan kiper lawan, Feri Firmansyah, dan menceploskan bola ke gawang lawan dengan kaki kanan. Skor 2-0, sementara Persid unggul.

Unggul dua gol, Persid sebenarnya tak mengurangi intensitas serangan. Hanya saja, di sepuluh menit terakhir pertandingan, lini belakang mereka lengah. Pelanggaran tidak perlu terjadi di kotak penalti Persid. Namun sayang, tendangan penalti pemain Banyuwangi Putra masih mengenai mistar gawang. Hingga wasit meniup peluit panjang, skor 2-0 untuk Persid bertahan hingga usai.

Denny Ariyanto, pelatih kepala Persid menyebut, permainan anak asuhnya bisa berkembang justru di babak kedua. “Di babak kedua, anak-anak sukses menunjukkan permainannya dengan menerapkan pressing ketat. Babak kedua, mereka seperti canggung di laga perdana. Tetapi kami syukuri atas hasil kemenangan ini,” jelas Denny.

Selanjutnya, hari ini Persid bakal melakoni laga keduanya menghadapi PSIL Lumajang, pukul 15.15 di JSG. “Kami juga buta kekuatan PSIL Lumajang. Yang pasti, kami akan merotasi pemain, karena jadwal recovery-nya juga mepet,” imbuhnya.

Pelatih Banyuwangi Putra Iswahyudi menambahkan, timnya bermain nothing to lose dalam turnamen ini. “Yang jelas, memang persiapan kami kurang. Karena tidak ada TC, kami berlatih intens sekitar dua bulan saja. Selama dua bulan itu, dalam satu minggu, kami hanya berlatih tiga kali saja,” paparnya.

“Tetapi tujuan kami ikut dalam Piala Soeratin ini hanya untuk berpartisipasi pembinaan pemain. Tidak ada target muluk-muluk. Kalau soal hasil menang kalah itu nanti dulu, yang penting semua pemain kami dapat bermain semua,” pungkas Iswahyudi.

Sementara itu, di Lapangan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), JU terpaksa harus bermain pincang sejak menit awal. Mereka terpaksa menurunkan delapan orang pemain saja. Meski bermain delapan pemain, JU sebenarnya mampu menahan imbang 0-0 di babak pertama. Sayangnya, di babak kedua, gawang JU digelontor empat gol.

“Kami harus bermain dengan delapan orang pemain. Bukan karena kartu merah, tetapi beberapa pemain kami belum disahkan pendaftarannya oleh operator kompetisi, yakni Asprov PSSI Jawa Timur,” tandas Sandy Sahri, manajer JU.

IKLAN

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Muchammad Ainul Budi

Editor : Bagus Supriadi