MASIH BERTAHAN: PM Inggris Boris Johnson bercengkerama dengan siswa saat berkunjung ke Pimlico Primary School di London, Selasa (10/9) (TOBY MELVILLE/AFP)

JawaPos.com – Anggota Parlemen Inggris harus mengambil liburan tanpa rasa tenang. Pada Selasa (10/9) mereka memulai hari pertama libur penundaan sesi parlemen yang diusulkan kabinet Boris Johnson. Mereka pun terus mengeluh, sementara Johnson menangkis semua tuduhan.

Pemandangan di sidang parlemen Senin malam lalu (9/9) benar-benar miris. Anggota-anggota parlemen sibuk berteriak shame on you sambil memegang kertas bertulisan “Dibungkam”. Mereka tak terima prosesi penundaan sesi parlemen diketok Ketua Majelis Rendah John Bercow.

Setelah prosesi selesai, mereka masih bertahan di ruang sidang dan menyanyikan lagu-lagu. Layaknya siswa di kelas tanpa guru. “Ini bukan sekadar drama politik. Mereka benar-benar marah karena lembaganya ditutup di saat genting,” ujar Norman Smith, asisten redaktur BBC yang memantau lokasi.

Dalam sesi tersebut, banyak yang telah terjadi. John Bercow, pria yang mengesahkan penundaan parlemen, mengundurkan diri. Dia sendiri sudah mengaku malu dengan keadaan lembaga Westminster. Karena itu, dia melepaskan jabatan yang sudah sepuluh tahun terakhir dipegangnya tersebut. “Kita telah menjatuhkan harga diri parlemen,” ujar Bercow.

Kemudian, proposal kedua Perdana Menteri Inggris Boris Johnson soal pemilu dini ditolak. Dia mengira bahwa Partai Buruh bakal mendukung proposal itu. Johnson ingat betul bahwa Ketua Buruh Jeremy Corbyn menyatakan pihaknya akan mendukung pengajuan pemilu jika aturan pencegahan no deal Brexit (tanpa kesepakatan) lolos. “Secara logika, dia (Corbyn) seharusnya mendukung pemilu,” ucap Johnson.

Aturan mencegah no deal sudah lolos pekan lalu dan mendapatkan persetujuan kerajaan Senin lalu. Tapi, Buruh tetap menolak pemilu dini. Mereka bersama Partai SNP, Liberal Democrats, Green Party, dan kelompok independen sudah sepakat tak akan mendukung pemilu dini sebelum memastikan no deal diterapkan.

Aturan tersebut mewajibkan Johnson mencari perpanjangan hingga 31 Januari jika pemerintah tak kunjung sepakat dengan Uni Eropa. Selain itu, mosi terpisah mewajibkan Johnson mengungkap laporan tentang skenario terburuk no deal kepada publik. “Tentu saja kami sangat antusias menunggu pemilu. Tapi, kami tidak ingin mengambil risiko yang berdampak terhadap pekerjaan, jasa, dan komunitas,” tegas Corbyn.

Meski telah meluncurkan pukulan, kini tangan sebagian besar legislator Inggris sudah terikat. Mereka dipaksa untuk rehat dari sidang sampai 14 Oktober nanti, sedangkan Johnson dan kabinetnya bebas bergerak. Johnson dijadwalkan bertemu Ketua Democratic Unionist Party Arlene Foster. Dia berharap bisa bertukar ide mengenai solusi backstop dengan petinggi partai penguasa Negara Bagian Irlandia Utara itu.

“Apa yang dibicarakan saat ini adalah perpecahan Britania Raya. Hal tersebut tak akan dilakukan perdana menteri dengan hati nurani,” tegas Foster kepada Agence France-Presse. Dia memperingatkan Johnson agar tak menaruh Irlandia Utara sebagai tumbal dalam negosiasi.

Johnson pun terus menegaskan sikapnya. Dia menyatakan bahwa pemerintah tidak mencari opsi no deal. Namun, mereka juga tidak akan mencabutnya. “Berapa pun aturan yang diciptakan parlemen untuk mengekang tangan saya, saya tetap akan bekerja untuk kepentingan negara. Pemerintah tak akan menunda Brexit,” ungkapnya.

Brexit Adalah Awal

Isu Brexit akhirnya membuat Presiden Komisi Eropa terpilih Ursula von der Leyen angkat bicara. Dia menegaskan bahwa Brexit bukanlah akhir seperti yang dikatakan Johnson selama ini. Tapi sebuah awal yang harus dipersiapkan secara matang.

“Brexit adalah titik awal dari hubungan (Uni Eropa dengan Inggris) di masa depan,” ungkapnya.

Von der Leyen dijadwalkan menaiki tampuk pemerintahan Uni Eropa pada 1 November. Tepat sehari setelah batas waktu Brexit yang ditetapkan Johnson. Karena itu, dia mengaku tak punya andil dalam pembicaraan yang berjalan saat ini. Namun, dia mengaku siap menghadapi semua situasi.

“Pilihannya ada di tangan Britania Raya. Jadi, saya tidak akan menanggapi keputusan mereka,” tegasnya.

YANG HARUS DILAKUKAN BORIS JOHNSON

– Meminta perpanjangan pemberlakuan Brexit sampai 31 Januari 2020 jika belum sepakat sampai 31 Oktober 2019.

– Membuka dokumen laporan tentang skenario terburuk saat no-deal Brexit terjadi.

– Mencari solusi alternatif backstop yang membuat perbatasan Republik Irlandia dan Negara Bagian Irlandia Utara masih terbuka hingga akhir bulan.

– Mencari pengganti anggota kabinet yang mundur dan mencegah anggota kabinet yang tersisa untuk mengundurkan diri.

– Merayu pemimpin Uni Eropa untuk memberikan kelonggaran terkait dengan negosiasi Brexit.

Sumber: BBC, The Guardian

Editor : Edy Pramana

Reporter : (bil/c22/dos)

IKLAN