Tolak Paham Radikalisme Masuk Kampus

TANGGUNG JAWAB BERSAMA: Penandatanganan serentak penolakan gerakan radikalisme masuk kampus di gedung GKT IAIN Jember, kemarin.

JEMBER,RADARJEMBER.ID – Para mahasiswa yang tergabung dalam Organisasi Cipayung IAIN Jember menggelar deklarasi damai di Gedung Kuliah Terpadu (GKT) IAIN Jember, kemarin(10/9). Mereka menyuarakan penolakan terhadap paham radikalisme di kawasan kampus.

Deklarasi yang digelar secara terbuka itu dihadiri oleh berbagai elemen. Mulai dari unsur mahasiswa hingga instansi pemerintahan. Seperti organisasi kemahasiswaan intrakampus IAIN Jember, Organisasi Cipayung IAIN Jember, PMII, HMI, GMNI, dan IMM. Selain itu, turut hadir sejumlah perwakilan dari lembaga penegak hukum, tokoh agama, dan akademisi.

“Deklarasi ini upaya membendung paham radikal yang marak tumbuh di kampus,” kata M Faizal Efendi Utomo, koordinator aksi. Menurut dia, kampus menjadi ladang subur tumbuhnya berbagai aliran radikal. Hal itu tidak hanya mengancam iklim akademik kampus, namun turut memicu perpecahan antara berbagai golongan.
Meskipun IAIN Jember sudah kerap mendeklarasikan penolakannnya terhadap aliran ekstrem, namun belum sepenuhnya menutup ruang gerak mereka. “Ini masih momen adaptasi mahasiswa baru, mereka menjadi target yang empuk disusupi ajaran radikal,” ungkapnya.

Meskipun tidak menyebutkan pasti berbagai jenis aliran ekstrem itu, namun dia yakin bahwa organisasi ekstrem itu kerap melakukan perekrutannya secara tersembunyi. “Jadi, kenapa kami melibatkan banyak pihak kali ini, karena memang menjadi tugas bersama untuk membendung itu. Meskipun sulit, setidaknya bisa meminimalisasi,” imbuh Ketua Umum Asosiasi Mahasiswa Dakwah Indonesia (Amdin) ini.

Deklarasi yang ditutup dengan agenda penandatanganan serentak itu juga sebagai simbol keterlibatan berbagai pihak dalam ikut serta berkomitmen menjaga suasana kondusif kampus. Dia berharap, agenda itu menjadi upaya dalam merekonsiliasi keberadaan organisasi ekstra mahasiswa IAIN Jember yang sempat memanas.

“Deklarasi ini lebih dari sekadar momen silaturahmi berbagai elemen. Namun, upaya mempertegas kembali peran semua pihak dalam menyikapi dan menolak radikalisme. Sebab, radikalisme itu bukan bagian dari dinamika, namun tantangan yang harus dihadapi bersama,” pungkasnya.

IKLAN

Reporter : Maulana

Fotografer : Maulana

Editor : Bagus Supriadi