Sektor Pertanian Kurang Diperhatikan

MENCARI SOLUSI: Kegiatan dialog publik menjadi wadah membahas persoalan yang dialami Jember dan mencarikan solusi yang tepat. (Humas Unej for Radar Jember)

JEMBER,RADARJEMBER.ID – Jember merupakan kabupaten dengan potensi pertanian yang luar biasa. Sayangnya, potensi ini mulai kurang diperhatikan oleh Pemerintah Kabupaten Jember. Salah satu upaya untuk meningkatkan bidang tersebut, skill perlu petani ditingkatkan.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember Hestu Wibowo dalam kegiatan dialog publik yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jember bersama LP2M Universitas Jember di Gedung Kauje, kemarin (10/9).

Menurut dia, sektor pertanian menjadi penopang perekonomian Jember. Namun, karena kurang diperhatikan, sehingga mengalami penurunan setiap tahunnya. “Sebanyak 23,7 persen pertanian, namun pertumbuhannya melambat,” katanya.

Tahun lalu, pertumbuhannya hanya sekitar 0,08 persen dibanding tahun sebelumnya. Produktivitas dan peningkatan sektor pertanian semakin berkurang. “Contoh kalau di angka, misal kalau dulu 1000, sekarang naiknya cuma 500 hingga 800,” ucapnya.

Namun, kata dia, ada sektor lain yang berkembang, yakni di sektor perdagangan serta industri pengolahan makanan minuman dan akomodasi, mengalami kenaikan hingga sembilan persen. “Ini ada pertanyaan, kenapa Jember ditopang dari sektor pertanian, namun penopang utama ini justru tumbuhnya melambat,” terangnya.

Pertumbuhan yang lambat itu terjadi sekitar lima hingga enam tahun terakhir. Sektor pertanian dari tahun 2011 mengalami kenaikan mencapai 4,8 persen. Namun, pada tahun 2018 pertumbuhannya hanya 0,08 persen.

Untuk itu, bila sektor pertanian ingin maju, maka harus ada perubahan dari segi kemampuan petani itu sendiri. Saat ini, kondisi petani di Jember masih berada pada fase sumber daya alam dengan skill rendah. “Jember memiliki karakteristik pertanian, bukan industri. Sehingga Pemkab perlu membuat kebijakan yang mendukung munculnya petani yang unggul,” pungkasnya.

Kegiatan dialog publik dengan tema “Ingin Jember Maju? Butuh SDM Unggul” itu diikuti oleh berbagai kalangan. Mulai dari praktisi hingga pengamat dan lainnya. Ada tiga pembahasan di dalamnya, yakni kesehatan, pendidikan, dan perekonomian.

IKLAN

Reporter :

Fotografer :

Editor :