Paus Tutul Terjaring Nelayan

Mati Setelah Terdampar Seharian di Pantai Bades

HEBOH: Warga Desa Bades, Kecamatan Pasirian, dikejutkan oleh temuan paus tutul dengan berat diperkirakan mencapai 1,5 ton dan panjang 6,5 meter yang mati di pinggir pantai. (RIDHO ABDULLAH AKBAR/RAME)

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Niat sejumlah nelayan Desa Bades, Kecamatan Pasirian, untuk mencari ikan betul-betul berhasil. Ikan hasil tangkapannya bukan kelas teri. Tapi paus tutul yang membuat jaring mereka sampai koyak. Paus yang terdampar itu pun akhirnya mati di pinggir pantai setelah upaya mengembalikan ke laut gagal.

Temuan Senin siang jam 12.00 itu membuat sejumlah masyarakat heboh. Mereka datang berkerumun melihat paus tutul itu. Memang awalnya masih hidup. Namun setelah terdampar seharian, kondisinya lemas. Nelayan yang kesulitan mengevakuasi karena ombak yang cukup besar membuat ikan paus tidak tertolong dan mati.

“Terjaring oleh jaring nelayan,” ungkap Yanto nelayan setempat. Dia menuturkan, paus tersebut mengagetkan para nelayan lainnya. Sebab, mamalia laut tersebut terkena jaring, dan ketika ditarik begitu berat, tidak seperti biasanya. Tiba-tiba muncul ke permukaan sehingga mengurungkan niat nelayan lainnya untuk menarik kembali.

Setelah beberapa lama kemudian, nelayan menggunakan 2 perahu untuk menarik paus perlahan ke pantai. Banyak dari nelayan lainnya yang juga ikut membantu. “Perlu 10 orang di atas kapal, dan ketika di pinggir, 15 orang mengatasi paus ini,” ucapnya.

Lelaki 34 tahun tersebut tidak mengira bahwa jaring temannya mengenai paus, karena paginya kondisi ombak tidak begitu besar. Tiba-tiba paus tersebut mengenai jaring dan muncul ke permukaan.

Buwari, nelayan lainnya menjelaskan, paus tersebut nantinya akan dikubur. Bersama dengan penduduk sekitar, penguburan rencananya sore ini sebelum kondisinya makin membusuk. “Sebab, sudah 2 hari tergeletak di pinggir pantai,” jelasnya.

Paus ditemukan tidak ada bercak-bercak luka. Banyak nelayan mengira faktor penyebab terdamparnya paus tak lepas dari arus bawah laut yang begitu kuat. Sebab, sejak September ini cuaca memasuki musim hujan dan arus ombak mulai menguat. ”Ombak juga cukup besar dalam 3 hari terakhir ini” tutupnya.

IKLAN

Reporter : mg3

Fotografer : Istimewa

Editor : Hafid Asnan