Kekuasaan dan Politik Kesejahteraan

Oleh: Irwan Hidayat *)

KEKUASAAN itu adalah anugerah, karena kita masih diberi waktu dan kesempatan untuk berkarya dan melayani masyarakat. Kekuasaan itu sebuah anugerah jika kekuasaan itu berjalan seiring dengan kebaikan dan keberpihakan kita kepada masyarakat serta dengan berkeadilan kepada masyarakat.

Setiap kita manusia yang terlahir ke Bumi Pertiwi ini, di dalam dinamika politik kehidupan kita ditakdirkan untuk berkuasa. Berbagai cara akan kita lakukan untuk mendapatkan kekuasaan itu. Mulai itu dari cara yang halal dan cara yang tidak halal akan dilakukan oleh sebagian orang untuk mendapatkan kekuasaan itu. Perebutan kekuasaan itu bisa kita lihat sendiri dalam Kontestasi Politik Lokal, seperti halnya Pilkada. Pilkada sering kali dijadikan lahan untuk perebutan kekuasaan.

Abraham Linchon (1809-1865), Presiden Ke-16 Amerika Serikat melihat kekuasaan itu sebagai suatu medium untuk menguji watak seseorang. Beliau berpendapat bahwa hampir semua orang bisa kuat dalam penderitaan. Namun jika untuk menguji watak seseorang itu berilah ia sebuah kekuasaan. Sebuah kekuasaan dapat mengubah seseorang, seperti halnya, dulunya ia seseorang yang lumayan pendiam, tapi untuk mendapatkan sebuah kekuasaan, dia bepura-pura jadi garang dan mendekatkan dirinya untuk masyarakat guna mendapatkan simpati dari masyarakat. Dan acap kali untuk memperebutkan kekuasaan ini yang bertarung sering berujung pada ketidakharmonisan.

Dengan kekuasaan yang dimiliki seseorang beliau harus mampu untuk merealisasikan berbagai terobosan yang dapat memajukan dan menyejahterakan rakyat. Yang mana yang berkuasa (pemimpin) harus mampu untuk menjembatani keinginan kita bersama, yaitu keinginan yang revolusioner, dimana perubahan akan nampak dalam segala aspek kehidupan. Tanpa ada kekuasaan, pihaknya memohon kepada pemerintah supaya menegakkan kebaikan. Namun sebaliknya, jika kekuasaan dipegangnya maka kebaikan dapat ditegakkan sendiri.

Tapi nyatanya kekuasaan itu sering disalahgunakan oleh mereka yang memiliki kekuasaan, mereka acap kali melakukan tindakan-tindakan korupsi, mereka tidak memikirkan nasib rakyat kecil, mereka lebih mementingkan kepentingan pribadinya atau golongannya ketimbang mementingkan masyarakat. Demokrasi hanyalah sebatas jalan untuk yang berkuasa mengeruk harta demi kroni dan keluarganya. Padahal supaya mereka bisa memiliki kekuasaan kan karena adanya masyarakat yang menaruh kepercayaan kepada mereka, supaya nasib rakyat bisa diubah kearah yang lebih bagus lagi. Dan dengan melakukan hal semacam itu mengakibatkan masyarakat tidak percaya lagi kepada pemimpinnya. Dulu Dari atas panggung bicara manis-manis tapi di bawah meja menghisap sampai habis.

Politik adalah sesuatu yang berkaitan dengan urusan penyelenggaraan pemerintah dan negara, dan politik juga adalah salah satu usaha/strategi yang ditempuh oleh warga negara untuk mendapatkan, merebut dan mempertahankan kekuasaan di masyarakat untuk mewujudkan kebaikan bersama. Ketidakdewasaan dalam melakukan komunikasi politik telah banyak memanaskan situasi negara. Citra negatif terhadap partai politik semakin mengkristal manakala bibit konflik internal partai terus tumbuh membesar dan rakyat terus disuguhi tontonan gratis konflik partai yang diekspose terbuka. Persepsi negatif publik atas partai politik kian menguat seiring tidak meredamnya konflik internal. Dan dari citra positif, politik sudah saatnya dikembalikan pada esensi dasarnya yaitu sebagai sarana untuk menciptakan kesejahteraan rakyat yang sebesar-besarnya, karena esensi politik adalah bagaimana mengelola seni keserbamungkinan dalam menyikapi realita kehidupan menuju ke arah yang lebih baik. Citra-citra negatif tentang politik yang jauh dari semangat kesejahteraan rakyat bukanlah sesuatu yang tidak bisa diubah asal ada keinginan yang kuat dalam diri praktisi politik untuk mengubah paradigma secara radikal.

Dan salah satu fungsi dari politik ini adalah untuk menampung aspirasi dari masyarakat. Parpol harus peka terhadap masyarakat, artikulasi ini akan dijalankan oleh parpol sebagai sarana penyaluran atau penyampaian aspirasi masyarakat untuk negeri tercinta ini. Parpol harus memperjuangkan aspirasi dari rakyat, karena melalui partai politiklah aspirasi dari masyrakat itu sampai kepada pemerintah. Kesejahteraan rakyat haruslah menjadi muara perjuangan seluruh para pemimpin di belahan dunia mana pun. Dan partai politik merupakan sebuah alat perjuangan untuk menciptakan kesejahteraan rakyat yang berkeadilan.

Hubungan antara politik dan kekuasaan itu tidak bisa dipisahkan. Seseorang yang sudah terjun dalam dunia politik, lantas tidak mempunyai tujuan untuk mencapai kekuasaan, mungkin bisa. Tetapi lembaga politik yang dimasukinya, tidak bisa tidak. Karena melalui lembaga politik itu, yang bersangkutan atau orang lain, pasti memiliki tujuan untuk mencapai kekuasaan. sehingga secara tidak langsung, semua orang yang terjun kedalam dunia politik, pasti salah satu tujuannya adalah untuk mendapatkan kekuasaan. baik secara pribadi maupun kelembagaan. Kemerdekaan hanya bisa hadir jika didalam suatu negara tumbuh subur dalam bagian ke ekonomian dan demokrasi politik.

Jadi gaya kekuasaan (kepemimpinan) yang tegas, bijaksana dan jujur serta bertindak cepat, mungkin akan lebih membawa kesejahteraan bagi masyarakat, walaupun sekecil apapun. Dan kepada para pemimpin mari pengaruhi rakyat dengan data dan fakta bukan hanya sekedar berpuisi atau mengarang. Dan dalam mencapai tujuan tujuan tersebut, kita pun sebagai masyarakat harus berpartisipasi untuk membantu para yang berkuasa untuk menjalankan kekuasaan di dalam pemerintahan untuk menyelesaikan berbagai macam konflik dalam daerah kita, peran masyarakat kan penting juga, bukannya semua hal itu harus dikerjakan oleh pemerintah saja. Mari kita saling mendukung pemerintah dalam berbagai kebijakan (yang positif) yang dibuat oleh pemerintah. Sehingga dengan kita mendukung yang berkuasa kemungkinan kesejahteraan itu akan kita rasakan bersama.

Dan untuk mempersiapkan generasi muda yang berwawasan tinggi mengenai sosial dan politik, baik pemerintah maupun non pemerintah juga perlu memberikan sosialisasi mengenai peran, fungsi dan asas-asas politik di berbagai lapisan masyarakat. Karena generasi mudalah yang akan yang akan menjadi generasi pelurus bangsa ini.

*) Penulis adalah Ketua Umum BPL HMI Cabang Jember Periode 2019-2020.

IKLAN

Reporter :

Fotografer :

Editor :