Jenjang Karir Dosen Belum Jelas

BERIKAN ARAHAN: Direktur Karir dan Kompetensi SDM Ditjen Sumber Daya Iptek dan Dikti Kemenristekdikti Bunyamin Maftuh memberikan pembekalan kepada dosen dari berbagai perguruan tinggi di Aula Ulum Universitas Islam Jember, kemarin.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menggelar sosialisasi dan pembinaan kepada 70 dosen di Universitas Islam Jember, kemarin (10/9). Mereka terdiri atas berbagai doktor, guru besar dan rektor yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Tapal Kuda.

Sosialisasi itu cukup penting, karena kapasitas dosen di berbagai perguruan tinggi masih perlu diperbaiki. Seperti kompetensi dosen dan kepangkatannya. “Mereka di sini diberikan pengarahan. Karena ini menyangkut jenjang karir mereka sebagai dosen,” kata Hendro Wicaksono, Kepala Sub Direktorat Kompetensi SDM Kemeristekdikti.

Menurutnya, dosen banyak memiliki jabatan yang statis. Hal itu membuat mereka tidak bisa memiliki jenjang karir yang jelas. Akibatnya, karir mereka terhambat cukup lama. Selain itu, dosen di berbagai perguruan tinggi itu jarang memperbarui data ke Kemeristekdikti.

“Semua dosen itu terdata di Kemenristekdikti. Secara kapasitas, dia sudah tinggi. Karena pendataannya kurang di-update, tentu merugikan mereka. Contoh dosen sudah lulus doktor, namun karena tidak di-update, data di pusat masih berstatus magister,” tambahnya.

Selain mendatangkan dosen, Hendro juga mendatangkan sejumlah rektor. Sebagai pimpinan tertinggi di perguruan tinggi, rektor memiliki peran penting untuk mendorong dosen-dosennya memiliki jenjang karir yang jelas.

Dia membeberkan, ada sekitar 30 ribu dosen yang masih strata satu. Sedangkan dosen yang belum memiliki jabatan fungsional sekitar 40 persen. Sedangkan sisanya mereka yang sudah memiliki jabatan fungsional. Meskipun data tersebut terhimpun secara nasional, dia meyakini sebagian pengisi data itu adalah mereka yang hadir saat itu. Termasuk perguruan tinggi yang dari Jember.

“Karena informasi seperti ini juga penting. Salah satunya untuk masyarakat, agar mereka bisa memilih perguruan tinggi yang jelas dan layak. Termasuk kelayakan para dosennya,” paparnya.

Sementara itu, Direktur Karir dan Kompetensi SDM Ditjen Sumber Daya Iptek dan Dikti Kemenristekdikti Bunyamin Maftuh menambahkan, pihak pusat akan membersihkan data dosen yang identitasnya meragukan. Seperti dosen yang namanya sama, tapi Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) ganda. Hal itu dinilai mengacaukan data.

Dia menjelaskan bahwa ada berbagai aturan yang mendasari dosen perlu memiliki jabatan akademik untuk menunjang kompetensi kelayakan mereka. Seperti Permenpan RB Nomor 17 Tahun 2013, Permendikbud Nomor 92 Tahun 2014, Peraturan Bersama Mendikbud dan BKN, dan regulasi yang lain.

“Bagi dosen-dosen yang ingin mengurus karir dosen dan kenaikan jabatan itu, semuanya ada regulasinya atau peraturannya. Tinggal bagaimana dari perguruan tinggi masing-masing mengurusnya,” tandasnya. (mau/c2/gus)

IKLAN

Reporter : Maulana

Fotografer : Maulana

Editor : Bagus Supriadi