Awalnya Hobi, Kini Jaka Siswono Terbitkan Buku Anak-Anak

Gabungkan Cerpen Nabi, Komik, dan Gambar Mewarnai

Gelar Buka Bareng Setelah Puasa Sunah 10 Muharam

KREATIF: Muhammad Jaka Siswono menunjukkan buku perdana yang menceritakan sifat para nabi untuk anak-anak.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kisah para nabi bisa didapat siapa pun, meski tak semuanya gampang disukai anak-anak. Jika isi dan tampilannya tak menarik, mereka bakal jenuh membaca. Di sinilah, Muhammad Jaka Siswono punya cara agar buku Islami diminati anak.

Raut wajah semringah ditunjukkan Muhammad Jaka Siswono, kemarin (10/9). Pria asal Desa Kamal, Kecamatan Arjasa, ini seakan riang, karena buku perdananya untuk anak-anak segera selesai dicetak per hari ini. Buku itu dapat dia rangkai berkat hobi menjalani pekerjaan sebagai juru kisah muslim.

Dua tahun terakhir, Jaka fokus sebagai pendongeng khusus anak-anak. Dia pun mundur dari profesi sebelumnya sebagai guru di salah satu SD terkemuka di Jember. Ini dilakukan, karena dia harus mengabdikan diri sebagai juru kisah muslim. “Dua tahun saya menjadi juru kisah yang khusus cerita-cerita muslim,” ucapnya.

Berangkat dari hobi dan profesi yang tak mengikat inilah, Jaka kemudian terus mendalami cara dan strategi agar dirinya diterima anak-anak dengan latar belakang apa pun. Upayanya terbilang sukses. Dia menguasai 10 nada vokal dan 20-an suara benda. Kini dia mengembangkan hobinya itu dengan menggarap buku khusus anak-anak.

“Buku ini hanya sampel. Terbitnya buku yang saya beri judul Meneladani Sifat Nabi, baru akan selesai dicetak besok (hari ini, Red). Jadi, ini buku pertama saya dan terbitan perdananya masih seratus buku,” ucap pria tiga anak tersebut.

Saat buku perdananya masuk ke percetakan, sudah ada 30 pemesan dari sejumlah kabupaten kota yang ada di Indonesia. Buku itu dia tawarkan melalui aplikasi pesan serta media sosial. “Selain membuat buku, saya sendiri bekerja di percetakan yang ada di Jalan Jawa,” jelasnya.

Adanya pemesan buku ini, menurutnya, karena ada daya tarik tersendiri terhadap buku tersebut. Sebab, konsep pembuatan buku itu menggunakan 3 in 1. di dalam buku ini ada cerita pendek (cerpen) tentang nabi, ada komik yang disertai gambar-gambar untuk anak-anak, dan ada gambar yang khusus dibuat untuk mewarnai.

Gabungan cerpen, komik, serta gambar mewarnai, menurutnya, sengaja dibuat berdasarkan pengalaman dirinya selama menjadi juru kisah muslim. Dikatakannya, apabila di dalam buku hanya berisi tentang tulisan atau cerita para nabi, maka anak-anak mudah bosan membacanya. “Sehingga saat bosan membaca, anak-anak bisa melihat gambar komik plus cerita singkat komik. Semuanya kisah-kisah islami. Karena saya memang khusus membuat cerita islami,” paparnya.

Sedangkan gambar untuk mewarnai, Jaka mengaku, hal itu tak bisa lepas dari kehidupan semua keluarga secara umum. Bagi warga yang memiliki satu anak, mereka bisa saja mewarnai di buku tersebut. Kalau ada dua anak, kakak-adik, biasanya adiknya suka merebut milik kakaknya. Maka, dengan adanya gambar mewarnai, kakak bisa menyobek gambarnya agar diwarnai sang adik. “Bisa juga, mewarnai gambar secara bergantian tanpa harus merobek gambar di bukunya,” jelas Jaka.

Sepenggal cerpen di buku ini mengisahkan seorang lelaki bernama Yahya. Dia sempat takut pada cerita menyeramkan. Akan tetapi, Yahya tetap bisa tegar. “Ah, bila itu jin, aku baca saja ayat kursi, dia pasti tak tahan dan pergi” demikian sepenggal kalimat dalam cerpen di buku tersebut.

Jaka pun bertekad, setelah buku perdana yang dibuat selama sebulan itu berhasil dicetak, dirinya akan membuat buku lagi tentang kisah-kisah islami. “Kalau buku ini sudah benar-benar selesai dicetak, saya akan menulis lagi. Saya targetkan ada empat buku untuk anak-anak yang terbit tahun ini,” pungkasnya.

IKLAN

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Nur Hariri

Editor : Mahrus Sholih