Dua Bacarek Tak Setor Visi Misi

DAFTAR BACAREK: Prof Bambang Kuswandi saat mengambil formulir pendaftaran bakal calon rektor, 26 Agustus lalu. Bambang Kuswandi dan Dr Kahar Muzakhar menjadi dua orang yang tidak menyetor visi misi kepada panitia Pilrek Unej.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dua Bakal Calon Rektor Universitas Jember (Bacarek Unej) diketahui tak menyetorkan draf visi misi ke panitia. Padahal, pemaparan visi misi yang disampaikan secara tertulis itu menjadi sarana untuk mengenal lebih jauh bakal calon pemimpin di Kampus Tegalboto tersebut.

Total ada 10 Bacarek Unej. Delapan di antaranya telah menyerahkan visi misi. Hanya ada dua nama yang tidak menyetorkan, yakni Prof Bambang Kuswandi dan Dr Kahar Muzakhar. “Sudah ada delapan orang yang menyetorkan. Minus Kahar dan Prof Bambang Kuswandi,” terang Dr Moch Ali, Ketua Panitia Pilrek Unej.

Ali menjelaskan, pihaknya telah memberikan kelonggaran waktu 15 hari untuk bacarek dalam memberikan visi dan misi ke panitia. Padahal, kata dia, visi misi tersebut akan digunakan untuk mengenalkan bacarek ke khalayak umum melalui portal Unej. Dengan demikian, para anggota Senat Unej bisa mengetahui sejak dini profil kepemimpinan bacarek yang bakal mereka pilih.

Dosen di Fakultas Hukum (FH) Unej ini menjelaskan, sebelum masuk injury time penyerahan visi misi, kemarin sore (10/9), ada lima nama yang telah memberikan visi misi. Mereka adalah Dr Zulfikar, Prof Bambang Sujanarko, Dr Agus Lutfi, drg Susi, dan Dr Iwan Taruna. Jelang penutupan pukul 16.00, tambah Ali, Dr Djoko Poernomo, Prof Dafik, dan Dr Nurul Ghufron juga memberikan visi misinya.

Dua nama yang tidak memberikan visi misi tersebut, kata Ali, untuk selanjutnya akan dirapatkan lagi. “Kami masih rapatkan lagi besok jam 10 (hari ini, Red), terkait dua nama yang tidak memberikan visi misinya,” paparnya.

Visi misi yang disetorkan juga menjadi bahan untuk tahapan penyaringan terbuka, paling lambat dilaksanakan 26 November. Setelah penyaringan terbuka, tahapan berikutnya penyaringan tertutup dan penetapan untuk dijadikan tiga calon rektor. “Jadi, waktu penyaringan tertutup, anggota senat memilih siapa yang bisa lolos ke tahap calon rektor. Dari 10 nama bacarek tersebut, akan disusutkan jadi tiga nama,” jelasnya.

Tiga nama calon rektor selanjutnya disampaikan ke Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Selambatnya penyerahan itu dilakukan 13 Desember 2019. Kemudian, selambat-lambatnya satu bulan ke depan atau 13 Januari, adalah proses pemilihan rektor yang dilakukan Senat Unej dan Kemenristekdikti.

IKLAN

Reporter : Dwi Siswanto

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Mahrus Sholih