Pilbup 2020 Head to Head?

PDIP-Kaukus Perubahan Merapat, Punya Modal 27 Kursi

USUNG VISI PERUBAHAN: Suasana pertemuan dan rilis oleh sejumlah pimpinan parpol yang tergabung dalam Kaukus Perubahan plus PDIP di Kantor DPD Golkar Jember, kemarin (9/9).

JEMBER, RADARJEMBER.ID– Penjajakan koalisi untuk menghadapi pemilihan bupati dan wakil bupati (pilbup) terus dilakukan partai politik di Jember. Sore kemarin (9/9), Kaukus Perubahan yang terdiri atas PKS, PPP, PAN, Demokrat, Golkar, Perindo, dan Partai Berkarya, berkomitmen bersama PDIP, untuk mengusung jargon perubahan. Hal itu berpotensi melahirkan koalisi besar yang mengusung dan mendukung calon pemimpin Jember pada 2020 nanti.

Komitmen mengusung jargon perubahan tersebut dilandasi adanya kesamaan visi-misi dari delapan partai yang ada. Keinginan agar ada pemimpin yang mampu melakukan perubahan menyeluruh di Jember pun disampaikan secara resmi melalui rilis Kaukus Perubahan plus PDIP di Kantor DPD Golkar Jember.

Dalam rilis itu, berdasarkan kesamaan visi, maka penjajakan tentang usung-mengusung bakal calon bupati sangat mungkin terjadi. Apalagi, Kaukus Perubahan dan PDIP sama-sama ingin agar Jember dipimpin bupati baru yang bisa menyejahterakan warga Jember.
Ketua DPD Golkar Arif Sugito menyebutkan, pembahasan mengenai siapa yang nanti akan diusung oleh Kaukus Perubahan akan dibahas secara khusus. Kaukus Perubahan, menurutnya, juga menghormati penjaringan bakal calon bupati yang tengah dilakukan PDIP.

“Untuk bakal calon bupati atau bakal calon wakil bupati, kami masih belum membahas itu. Yang pasti, hari ini kami memastikan bahwa Kaukus Perubahan plus PDIP memiliki visi yang sama untuk melakukan perubahan di Jember. Caranya yaitu mengusung dan mendukung pemimpin terbaik,” ucapnya.

Adanya visi yang sama tersebut juga dibenarkan sejumlah pimpinan parpol. Seperti Ketua DPD Demokrat Jember Zarkasi, Ketua DPD PKS Ahmad Rustam, Ketua DPD Perindo Hanung Prijobodo, Ketua DPD PAN Jember Lilik Niamah, Wakil Ketua PPP Hawari Hamim, dan Ketua DPD Berkarya Firdaus.

Saat disinggung apakah nantinya Kaukus Perubahan menawarkan seorang untuk menjadi calon bupati atau wakilnya, Ketua Demokrat Zarkasi menegaskan, belum membahas hal itu. Akan tetapi, pada saatnya nanti, Kaukus Perubahan akan mengumumkan siapa orang yang akan diusung dan didukung.

“Kami membangun komitmen untuk perubahan Jember. Apabila kesamaan visi ini benar-benar terjadi, maka pasti akan ada nama yang akan kami sampaikan. Sejauh ini, kami masih membangun komitmen untuk mencari sosok pemimpin Jember yang terbaik,” beber Zarkasi.

Pertemuan yang juga dihadiri Sekretaris DPC PDIP Jember Bambang Wahjoe itu membenarkan adanya kesamaan visi yang kemudian dibangun komitmen bersama untuk perubahan Jember. Menurutnya, secara kelembagaan, PDIP tidak masuk ke dalam Kaukus Perubahan yang sudah dideklarasikan beberapa waktu lalu. Akan tetapi, PDIP memiliki visi misi yang serupa dengan ketujuh partai tersebut.

Berawal kesamaan visi itulah, maka ending-nya nanti akan mengarah pada koalisi yang mengusung siapa nama-nama bakal calon terbaik yang muncul. “Saat ini PDIP sedang melakukan penjaringan. Dari ketujuh partai ini, kalau punya bakal calon, juga boleh daftar ke PDIP. Artinya, setiap partai memiliki mekanisme berbeda yang harus dihormati,” paparnya.

PDIP dan Kaukus Perubahan untuk ke depannya bisa saja menjadi koalisi yang akan mengusung satu nama cabup dan cawabup. Namun, persoalan itu akan dibahas di kemudian hari. “Dari PDIP tentu menawarkan bakal calon bupati. Yang jelas, nama bakal calon itu masih kita lakukan penjaringan,” tegasnya.

Sementara itu, sejumlah pimpinan parpol yang berkumpul di Golkar itu tak menampik jika Kaukus Perubahan plus PDIP berpotensi akan berkoalisi. Bila sampai terjadi, maka modal untuk mengusung bakal calon bupati cukup besar dilihat dari kursi anggota dewan, yaitu 27 kursi di DPRD Jember.

Jika koalisi 27 kursi ini nantinya benar-benar terjadi, diprediksi akan sulit muncul tiga calon bupati. Kaukus Perubahan dan PDIP punya harapan agar pertarungan Pilbup 2020 di Kabupaten Jember bisa menjadi head to head atau dua pasangan calon saja. Kalau pun ini akan terjadi, apa mungkin ada calon yang nekat dengan modal belasan kursi di DPRD?

IKLAN

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Nur Hariri

Editor : Mahrus Sholih