Minta Dugaan Kecurangan Pilkades Diusut

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ratusan warga menggelar aksi mendesak agar dugaan kecurangan pilkades di Desa Sumberlesung, Kecamatan Ledokombo, diusut tuntas, kemarin (9/9). Desakan itu muncul karena warga menduga ada kecurangan cukup masif yang mengakibatkan calon nomor urut 01 Holifah kalah atas rivalnya calon nomor urut 02 Sumardi.

Aksi warga ini dilakukan di balai desa setempat. Massa yang datang dari beberapa dusun berkumpul di kediaman Holifah untuk bersama-sama melakukan aksi. Aksi pun mendapat pengawalan ketat TNI-Polri.

Menurut calon kepala desa 01, Kholifah, ada serangkaian dugaan kecurangan yang terjadi. Mulai dari awal pembukaan pencoblosan Kamis (5/9) lalu hingga selesai penghitungan. Beberapa dugaan kecurangan itu yakni tidak adanya sumpah dari kedua calon dan terdapat penumpukan surat undangan di Dusun Karang Bireh. “Akibat penumpukan itu, warga banyak yang balik arah dan tidak mencoblos,” katanya.

Bukan hanya itu, pada saat penghitungan suara dilakukan, lampu penerangan menurutnya terlalu gelap. Hal itu membuat para saksinya tidak mengetahui secara pasti apakah surat suara sah atau tidak.

Pada malam itu, klaimnya, juga sempat menghentikan proses penghitungan suara. Dari sepuluh kotak yang ada, terdapat satu kotak yang masih bermasalah. “Akhirnya, saat itu saya stop karena ada kecurangan. Ada selisih suara yang signifikan di dalam satu kotak,” ucapnya.

Bukan hanya itu, jumlah pemilih yang hadir juga berbeda dengan surat suara. Warga yang hadir menurutnya 4165 pemilih. Sedangkan surat suara yang dihitung justru ada sebanyak 4172 kertas suara. “Untuk itu, kami meminta agar dilakukan pencoblosan ulang,” tegasnya.

Ketua BPD Desa Sumberlesung M Muzammil menepis semua tudingan itu. Menurutnya, dugaan indikasi penggelembungan dan pengurangan suara tidak benar adanya. Tudingan terkait ketidaknetralan panitia juga tidak benar. “Saya lihat semuanya sudah sesuai prosedur,” tegasnya.

Sekadar informasi, perolehan suara calon nomor 01 yaitu 2032. Sedangkan calon nomor 02 yakni 2108. Atas tuntutan dan desakan adanya dugaan kecurangan tersebut, katanya, panitia akan siap menghadapinya. “Kalau ditempuh jalur hukum, panitia harus siap,” pungkas Muzammil.

IKLAN

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Istimewa

Editor : Bagus Supriadi