Gerindra Tak Buka Pendaftaran Bacabup

Cukup Telusuri Rekam Jejak Calon

USUNG VISI PERUBAHAN: Suasana pertemuan dan rilis oleh sejumlah pimpinan parpol yang tergabung dalam Kaukus Perubahan plus PDIP di Kantor DPD Golkar Jember, kemarin (9/9).

JEMBER, RADARJEMBER.ID – DPC Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Jember memiliki cara lain dalam menjaring bakal calon bupati (bacabup) dan wakil bupati. Jika Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) melakukan secara terbuka dan untuk umum, Gerindra justru diam-diam, yakni tidak membuka pendaftaran bacabup secara terbuka.

Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua DPC Gerindra M Satib. Menurutnya, pengurus Partai Gerindra sudah melakukan musyawarah dan sepakat untuk tidak membuka pendaftaran penjaringan bacabup seperti yang dilakukan PDIP.

“Kami Partai Gerindra dan jajaran pengurus sudah bermusyawarah dan sepakat. Kami tidak akan melakukan pembukaan pendaftaran. Baguslah apa yang dilakukan PDIP,” kata M Satib, kemarin (9/9).

Pria yang kini menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Timur ini menjelaskan, setiap partai politik memiliki mekanisme yang berbeda-beda. “Masing-masing partai mempunyai hak dan kewenangan untuk melakukan cara penjaringan maupun penyaringan,” ungkap Satib sambil menyebut hal itu juga disepakati Partai Perindo dan Berkarya yang kini bergabung dalam satu fraksi di DPRD Jember.

Pada proses penjaringan bacabup, Satib mengungkapkan, partainya tidak begitu mementingkan persoalan visi misi bacabup. Akan tetapi, lebih kepada perjalanan hidup sosok calon pemimpin yang akan diusungnya nanti.

“Jujur, kalau kaitan dengan visi misi, kita tidak percaya sama visi misi. Ketika beberapa ketua maupun pejabat publik yang selama ini bikin visi misi, itu pada akhirnya, ketika menjabat, berbeda dengan visi misinya. Nah, kalau sudah seperti itu, apakah kita percaya pada visi misi. Ini, saya belajar dari saya sendiri ketika dulu pernah menjadi ketua Gapensi. Yang namanya visi misi itu tidak ada yang tidak baik, semuanya baik. Tidak ada yang jelek. Tapi di dalam pelaksanaan itu yang berbeda,” bebernya.

Untuk itulah, Satib menegaskan, ada pola tersendiri dalam proses penjaringan bacabup 2020 ini. Menurutnya, Gerindra akan membentuk semacam tim khusus yang akan menelusuri perjalanan hidup sosok seorang pemimpin.

“Kami dari Gerindra, Perindo, dan Berkarya akhirnya menggunakan pola lain, yaitu dengan menelusuri rekam jejak seseorang atau calon-calon yang muncul saat ini. Jadi, kita akan membentuk yang namanya tim atau panitia,” jelasnya.

Tim itu nanti akan melibatkan partai yang bergabung dengan Gerindra. Hal itu dimaksudkan agar format penjaringan bisa dilakukan secara tepat, terukur, dan mempertimbangkan masukan dari masyarakat.

“Tadi saya meminta sekretaris untuk mencari format yang terbaik yang bisa mewakili Perindo dan Berkarya dalam satu wadah. Hal itu dalam rangka mencari rekam jejak seseorang yang kita anggap layak dan mampu untuk menjadi pemimpin Jember ke depan, demi kepentingan masyarakat,” paparnya.

Disinggung terkait format penjaringan tanpa ada pendaftaran tersebut, Satib menyebut, tim khusus nantinya akan lebih proaktif untuk menjalin komunikasi dengan bakal calon yang sudah muncul atau pun yang belum terdengar di tengah masyarakat.

“Jadi, itu yang kita lakukan nanti. Mekanismenya, tim bisa mendatangi calon. Bukan hanya itu, (nanti juga meminta masukan, Red) dari masyarakat. Selama mereka (para bacabup) bermasyarakat seperti apa, jadi itu akan lebih mudah terukur. Kita punya referensi ke depan itu akan seperti apa orang ini. Itu saya kira akan lebih mudah dari pada visi misi,” pungkasnya.

Sementara itu, Gerindra belum memutuskan kapan tim akan dibentuk dan kapan tim itu akan bekerja untuk menelusuri para tokoh yang dianggap layak dan mampu memajukan Kabupaten Jember. Beberapa nama yang dihasilkan melalui penjaringan tertutup itu, nantinya akan direkomendasi ke DPP Partai Gerindra. Bisa satu atau dua nama, juga bisa lebih dari itu.

IKLAN

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Nur Hariri

Editor : Bagus Supriadi