Dua Hari Hilang di Kebun Durjo, Hafifi Ditemukan Linglung

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Muhammad Nur Hafifi, 16, siswa SMKN 2 Jember akhirnya ditemukan dalam keadaan linglung dan lemas setelah menghilang selama 2 hari di perkebunan Durjo, Karangpring, Sukorambi.

Awalnya, Hafifi bersama 2 temannya, Hendra Riski Sahbana,20 dan Erief Wildaniar, 21 warga Antirogo, Sumbersari, hendak berburu ayam hutan di perkebunan Durjo. Masing-masing membawa senapan angin. Selama empat jam berburu ayam hutan, korban kemudian buang air kecil di sebuah pohon, lantas bilang jika mau turun terlebih dahulu.

Teman-teman korban pun berusaha menyusul namun kehilangan jejak Hafifi, mereka pun mulai mencari korban. Hingga malam korban tak juga ditemukan. Merasa ketakutan, mereka pun mendatangi penduduk sekitar untuk meminta pertolongan, oleh warga sekitar, Hendra dan Erief diantarkan ke Polres Sukorambi untuk melaporkan hilangnya Hafifi di perkebunan Durjo.

Polisi yang dibantu Basarnas dan warga sekitar melakukan pencarian Hafifi mulai Senin hingga Selasa pukul 02.00 dini hari. Selasa pagi (10/9), pencarian kembali dilakukan, kali ini Polisi dibantu Basarnas, dan keluarga korban.

Dalam pencarian, keluarga korban sempat menemukan sandal korban, lantas berteriak memanggil-manggil nama korban. Sekitar pukul 08.30, keberadaan korban ditemukan oleh keluarganya. Hafifi ditemukan di sekitar sungai dalam kondisi lemas dan linglung, korban juga hanya mengenakan celana tanpa kaos yang dipakainya sejak berangkat.

Khawatir dengan kondisi Hafifi, keluarganya langsung membawa Hafifi ke Puskesmas Sukorambi. Dalam pemeriksaan kesehatan, Hafifi sering berbicara melantur tentang keramaian di kebun. Hafifi merasa ada banyak orang seperti Tajem dan karnaval ketika dia hilang tersesat di perkebunan Durjo.

“Setelah mendapat perawatan medis di puskesmas, korban langsung kami serahkan ke keluarganya,” ujar AKP Ribut Budiyono, Kapolsek sukorambi.

 

Berita Jember Hari Ini dan Berita Jember Terbaru hanya di radarjember.id

IKLAN

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Mahrus Sholih