Ajari UMKM Memasarkan Produk Secara Daring

PELATIHAN: Para pemilik UMKM di daerah Tapal Kuda belajar membuat akun e-commerce di gedung serbaguna KPwBI Jember, kemarin.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kecanggihan teknologi menuntut para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) harus mampu beradaptasi. Yakni dengan memasarkan produk mereka secara daring (online). Apalagi, penjualan produk melalui marketplace terus berkembang.

Untuk itu, di gedung serbaguna Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember, para pelaku UMKM tersebut dilatih cara menjual produk melalui marketplace, kemarin (9/9). Mereka berasal dari berbagai daerah di Tapal Kuda.

Kepala KPwBI Jember Hestu Wibowo mengatakan, perkembangan teknologi informasi yang pesat membuka peluang dan tantangan bagi pertumbuhan perekonomian Indonesia.
Berdasarkan data Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) tahun 2018, dari jumlah penduduk Indonesia sebanyak 265,4 juta jiwa, pengguna internet sebanyak 132,7 juta jiwa. Kemudian, pengguna media sosial sebanyak 130 juta. Untuk itu, UMKM memiliki momentum yang tepat untuk terus berkembang seiring hadirnya internet dan e-commerce.

Perkembangan internet akan meningkatkan jumlah pengguna internet. Lalu, jumlah pelanggan yang berbelanja melalui semua aplikasi berbasis internet juga akan meningkat. “UMKM dapat memanfaatkan semua aplikasi mulai dari social media, social messaging, situs web, blog, aplikasi berbagi video, dan online marketplace,” terangnya.

Untuk itu, UMKM tersebut perlu ditingkatkan melalui pembinaan. Sebab, tak semua bisa memanfaatkan teknologi. Mereka perlu diperkenalkan dengan teknologi informasi agar turut memasarkan produknya secara daring. “Diperkirakan sudah lebih dari 10 juta UMKM yang go online,” tuturnya.

Dia mengungkapkan, transaksi e-commerce tahun 2018 sebesar Rp 77,76 triliun. Jika dibandingkan dengan tahun 2017, terdapat peningkatan sebesar 151 persen dari Rp 30,9 triliun. “Ke depan bisa terus berkembang lagi,” ujar Hestu.

Berdasarkan statistik E-commerce Revenue Indonesia diperkirakan tahun 2021 akan tumbuh menjadi sebesar $ 16,48 miliar. Produk yang dipasarkan mulai dari fashion, mainan, elektronik, furniture, makanan, dan barang-barang kebutuhan rumah tangga.

Sementara itu, Dedi Nur Ahmadi, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jember, menambahkan, kondisi UMKM di Jember meningkat secara bertahap. “Di Jember ada 21 asosiasi UMKM di Jember yang memiliki karakteristik berbeda,” katanya.
Pihaknya merespons baik pelatihan terhadap para pelaku UMKM agar bisa memasarkan produknya secara daring. Sebab, masih ada yang belum mengetahui caranya, namun sudah memiliki produk yang unggul.

IKLAN

Reporter : Bagus Supriadi

Fotografer : Bagus Supriadi

Editor : Bagus Supriadi