Ada Indikasi Keterlibatan Orang Lain

BELUM SEMPURNA: Salah satu rumah di Kelurahan Karangrejo yang pernah mendapat bantuan bedah rumah. Proses rehabilitasinya masih belum seratus persen.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember masih menahan satu tersangka dalam kasus korupsi program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari. Namun, tak berhenti di situ, kejaksaan terus mendalami perkara ini karena ada indikasi keterlibatan orang lain.

Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejari Jember Agus Budiarto mengatakan, pihaknya terus memproses penyidikan untuk tersangka lain. “Tersangkanya masih baru satu. Tetapi indikasinya ada melibatkan orang lain,” kata Agus kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin.

Informasi yang berhasil dihimpun, Kejari Jember kembali memanggil satu saksi lagi. Padahal, seharusnya ada dua saksi yang dipanggil. Namun, hanya ada satu saksi yang datang ke Kejari Jember.

Sayangnya, Agus tak mengungkapkan saksi tersebut dari pihak swasta atau ASN. Saat disinggung mengenai beredarnya informasi penahanan, dia menepis kabar itu. “Belum ada penahanan untuk hari ini (kemarin, Red),” jelasnya.

Selanjutnya, Agus menjabarkan, apabila nanti ada penahanan tersangka baru, kemungkinan besar tak ada penambahan kerugian negara. Dia juga masih merahasiakan penyidikan orang lain dalam perkara ini dari swasta atau ASN. “Pasti ada keterlibatan orang lain. Status tersangka baru ini, nanti dulu. Pasti akan kami sampaikan lebih lanjut,” ucapnya.

Pihak penyidik juga masih menggali keterangan dari tersangka MRS guna mencari informasi untuk keterlibatan tersangka lainnya. “Masih mendalami alat bukti yang dirasa memungkinkan,” imbuhnya.

Saat disinggung mengenai keterlibatan para pemilik toko lainnya, Agus pun belum berani menyebut. “Sementara masih satu tersangka pemilik toko ini,” jawabnya singkat.
Dalam perkara ini, total ada 195 orang penerima bantuan yang menerima bantuan berupa bahan bangunan material. Namun, Agus mengaku, kondisi rumah para penerima sudah direhabilitasi.

Tetapi, ada juga beberapa bangunan yang belum sempurna direhab. Pihak Kejari Jember pun tak menyegel rumah para penerima bantuan. “Bahan bangunannya pun belum diberikan sepenuhnya,” pungkasnya.

Terkait masyarakat yang menerima bantuan itu berdasar pada Keputusan Bupati Jember tahun anggaran 2017 lalu, tentang Penerimaan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Setiap penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp 15 juta. Namun, kenyataannya, bahan bangunan yang diberikan oleh tersangka pemilik toko itu tak sampai Rp 15 juta.

IKLAN

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Bagus Supriadi