“MELESAT” menjadi akronim baru yang dalam satu tahun terakhir kian dikenal masyarakat Bondowoso. Sejak pemerintahan baru di bawah kepemimpinan SABAR (Salwa Arifin-Irwan Bachtiar Rachmat) akronim “Melesat” menjadi bagian dari keseharian yang menyertai denyut nadi birokrasi pemerintah kabupaten Bondowoso.

“Melesat” menjadi diskursus baru yang terus disosialisasikan dengan harapan segera dikenal, dipahami dan diinternalisasi. Bukan tanpa sebab, akronim “Melesat” mengandung konsekwensi logis yang cukup berat dan menantang. Dalam berbagai kesempatan akronim “Melesat” bahkan digambarkan dengan pose tangan kanan menyilang sejajar pundak kiri dan dipahami oleh sebagian besar orang dengan definisi serba cepat.

Namun tampaknya akronim “Melesat” kian lama kian terdefinisikan secara bias. “Melesat” kian dimaknai sekedar kata yang hanya diterjemahkan dalam pengertian harfiah sehingga serasa terjadi sesat pikir dan salah paham masal.

Kritik dan statemen banyak elemen masyarakat yang tertuju kepada pemerintahan baru di Bondowoso hanya didasari oleh pemahaman yang kurang komprehensif dan cenderung bias. Berbagai target dan capaian penting terhadap seluruh aspek pembangunan seolah harus segera terealisasi serba cepat. Padahal untuk semua itu tak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh waktu, strategi yang tepat, sinergi dan kerja yang sangat keras. Sampai di sini nampaknya upaya untuk meluruskan sesat pikir terhadap akronim “Melesat” perlu segera dilakukan.

Pengertian Melesat menurut kamus besar Bahasa Indonesia (KBBI) dimaknai dengan arti memental atau terlepas dengan cepat. Arti kata melesat menurut KBBI jelas tidak mewakili makna sebenarnya yang terkandung dalam “Melesat” sebagai akronim sekaligus visi kabupaten Bondowoso.

Akronim “Melesat” adalah potongan dari visi pemerintah kabupaten Bondowoso. Sesuai dengan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2018-2023 yang secara lengkap visi Kabupaten Bondowoso adalah “Melesat” dalam Bingkai Iman dan Taqwa. “Melesat” sendiri adalah kepanjangan dari Mandiri Ekonomi Lestari Adil dan Terdepan.

“Melesat” jika diartikan sebagai potongan visi kabupaten Bondowoso mempunyai makna yang sangat strategis sebagai keinginan yang hendak dicapai dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

Sebagai pasangan bupati dan wakil bupati baru Bondowoso untuk periode 2018-2023 tentu mempunyai target capaian tertentu dalam banyak bidang. Lahirnya visi “Melesat” dalam bingkai iman dan taqwa dilatarbelakangi oleh keinginan untuk meneruskan tongkat estafet dari pemerintahan kabupaten Bondowoso terdahulu.

Diakui atas kerja keras pemerintahan terdahulu kabupaten Bondowoso telah meraih beberapa capaian penting dan prestisius. Namun harus disadari bahwa masih banyak hal yang perlu dipacu seperti capaian IPM (Indeks Pembangunan Manusia), Angka Harapan Hidup, prosentase penduduk miskin yang masih cukup tinggi dan masih minimnya inovasi sehingga secara umum Bondowoso masih kurang dilirik investor.

Lahirnya Visi Bondowoso “Melesat” juga dilatarbelakangi oleh optimisme bahwa dalam kurun waktu lima tahun ke depan arah pembangunan kabupaten Bondowoso dipastikan menuju kemandirian secara ekonomi, lestari dalam arti dapat menjaga kebijakan pembangunan berwawasan lingkungan, berkeadilan dan terdepan dalam banyak hal serta tetap mendorong keadaban dengan sistem pendidikan yang lebih berkarakter dan bermoral.

Lahirnya visi “Melesat” juga didasari oleh modal awal yang cukup menjanjikan. Data statistik menunjukkan bahwa di bidang pertanian misalnya, Bondowoso memiliki luas baku sawah yang cukup luas. Pun demikian dengan potensi luas tanam saat musim hujan dan kemarau, sehingga potensi lahan selama satu tahun musim tanam cukup menjanjikan produksi yang melimpah. Demikian juga dengan potensi wisata, Bondowoso dikenal dengan The Hidden Paradise yang masih perlu terus dikembangkan. Selain itu di bidang ekonomi, menurut update data terbaru setidaknya ada kurang lebih 38 ribu UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) yang siap menjadi tonggak ekonomi Bondowoso.

Untuk mewujudkan visi kabupaten Bondowoso dalam kurun waktu lima tahun ke depan maka harus disusun misi yang tepat. Di dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daaerah (RPJMD) misi kabupaten Bondowoso antara lain membangun kemandirian ekonomi Bondowoso dengan memperkuat sektor pertanian, perkebunan, perternakan serta sektor lainnya dengan menggerakkan ekonomi kerakyatan maupun menciptakan lapangan kerja, melestarikan lingkungan agar berguna dan berdaya guna tinggi sebagai keuntungan kompetitif Bondowoso, dan digunakan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan bersama, meningkatkan kesejahteraan melalui kebijakan sosial di tingkat kabupaten yang bersinergi dengan kebijakan provinsi maupun nasional, menghadirkan pemerintahan yang demokratis melalui kepemimpinan yang jujur, adil, amanah, partisipatif dan inovatif dan mewujudkan Bondowoso yang terdepan, bermartabat dan berkarakter unggul dan kompetitif.

Visi Bondowoso “Melesat” harus dipahami secara lebih komprehensif, sebagai grand design pemerintahan sesuai dengan rencana pembangunan jangka menengah dalam kurun waktu lima tahun. Tentu ini bukan pekerjaan sederhana karena ternyata hasil jerih payah pemerintahan sebelumnya masih menyisakan kompleksitas permasalahan yang tidak sedikit. Seperti diketahui bahwa untuk lepas dari predikat kabupaten tertinggal butuh waktu setidaknya satu dekade oleh pemerintahan sebelumnya.

Nah, Bondowoso “Melesat” adalah PR kita bersama. Penguatan komitmen secara struktural wajib hukumnya. Paket kepemimpinan bupati dan wakilnya harus bisa menunjukkan sinergi yang kuat dan wajib didukung oleh kinerja birokrasi yang handal. Modal dukungan politik juga merupakan hal yang mutlak, karena bagaimanapun program kerja pemerintah akan berjalan dengan baik bila ada sokongan politik yang kuat dan kondisi harmonis antara eksekutif dan legislatitif.

Menjawab tantangan Bondowoso “Melesat” harus dengan karya nyata, bukan hanya dengan kata-kata, dampak keberhasilannya harus dirasakan langsung oleh masyarakat di samping terukur dengan rujukan angka-angka statistik. Oleh karena itu mari kita pahami bersama bahwa Bondowoso “Melesat” itu adalah program kerja yang harus dicapai secara gradual dalam kurun waktu sampai berakhirnya pemerintahan yakni lima tahun. Jangan lagi gagal paham dengan hanya memaknai “Melesat” dengan pengertian serba cepat apalagi menagih seluruh janji kampaye di tahun-tahun awal pemerintahan.

*) Penulis adalah Kepala Sub Bidang Kepangkatan dan Pensiun BKD Bondowoso.

IKLAN