Empat Bacabup Daftar ke PDIP

KOMPAK: Pengurus DPC PDIP Jember dan Tim Penjaringan Bacabup menggelar konferensi pers di kantor PDIP Kelurahan Baratan, Patrang

RADAR JEMBER.ID – Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDIP) Kabupaten Jember membuka penjaringan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati (Bacabup) Jember tahun 2020-2024. Setelah dibuka selama dua hari, ada empat bacabup yang mengambil formulir. Mereka adalah Rasyid Zakaria, Ahmad Anis, Abdus Salam, dan Eko Heru Sunarso.

Ketua tim tujuh penjaringan Bacabup PDIP Jember, Widarto mengatakan, pendaftaran bacabup akan terus dibuka hingga 14 September 2019. “Sesuai komitmen di internal PDI Perjuangan, pendaftaran bacabup terbuka untuk umum dan tanpa mahar,” katanya.

Tim tujuh tersebut standby di kantor PDIP yang berlokasi di Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang. “Waktu pendaftarannya tetap seperti jadwal yang direncanakan. Dibuka pada pukul 10.00 WIB sampai 15.00 WIB,” jelasnya.

Menurut dia, tugas tim penjaringan hanya menjaring pendaftaran saja. Selanjutnya, tahapan penyaringan dilakukan oleh DPD dan DPP PDIP. “Khusus penetapan, merupakan kewenangan DPP PDI Perjuangan,” ungkapnya.

Sekretaris DPC PDIP Jember Bambang Wahjoe menambahkan, setiap orang yang akan mendaftar bisa langsung datang ke kantor DPC, DPD, atau langsung ke DPP PDIP. Mereka akan diminta mengisi formulir yang disesuaikan dengan persyaratan untuk mendaftar ke KPUD nanti. “Terakhir pengembalian formulir yaitu pukul 15.00 pada tanggal 14 September,” imbuhnya.

Proses penjaringan bacabup tersebut  dilakukan sesuai mekanisme partai.  Penjaringan tak hanya berlaku bagi kader PDIP saja, tetapi juga terbuka untuk umum dengan latar belakang apa pun.

Juru bicara tim penjaringan bacabup PDIP, Lukman Winarno, mengaku optimistis, bacabup yang mendaftar ke PDIP akan bisa memenangkan kontestasi Pemilihan Bupati Jember 2020 nanti. “PDIP adalah partai kader, sehingga mesin partai akan benar-benar bekerja untuk calon pemimpin terbaik yang daftar ke PDIP,” tegasnya.

Bacabup Ahmad Anis diketahui sebagai mantan Ketua KPUD Jember yang tinggal di Desa Tutul, Kecamatan Balung. Anis datang bersama beberapa pendukung dan relawan ke kantor PDIP sebelum melaksanakan ibadah salat Jumat. Setelah melakukan pengambilan formulir pendaftaran, Anis pun mengungkap apa yang mendasarinya ikut maju menjadi bacabup.

“Kita sebagai warga negara yang memiliki kepedulian terhadap setiap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara, apa pun yang menjadi aspirasi dan dorongan masyarakat tentu itu harus kita jawab dengan sebaik-baiknya,” kata Anis.

Secara normatif, lanjut Anis, siapa saja yang menjadi calon harus memiliki semangat untuk membangun Jember lebih baik. “Kemudian, secara historis, tentu kita bisa mengukur kira-kira setiap nama yang muncul itu memiliki potensi apa untuk menyajikan yang normatif itu,” imbuhnya.

Disinggung terkait apa yang menjadi perjuangan dalam kontestasi Pilbup 2020 nanti, Anis mengaku, harus semua lini yang diperbaiki. “Kehidupan masyarakat multidimensional. Satu dimensi dengan dimensi kehidupan masyarakat tidak bisa dipisahkan. Di situlah sebetulnya nomenklatur tata negara kita sudah lengkap,” jelas Anis, yang selanjutnya berangkat ke masjid terdekat.

Setelah Anis, sekitar pukul 13.00, kantor PDIP Jember didatangi seorang utusan bernama Ihwan. Pria ini mengaku diutus oleh  Ekjo Heru Sunarso yang tinggal di Jalan Raung, Kecamatan Sumbersari. Saat ditanya terkait kedatangannya, Ihwan hanya mengaku diutus untuk mengambil formulir penjaringan Bacabup.

Dia datang dengan membawa surat kuasa dari Heru, Kepala Dinas Perpustakaan Jember. “Hanya diutus untuk mengambil formulir pendaftaran, itu saja,” tegasnya.

Satu jam kemudian, Bacabup Abdus Salam datang ke kantor PDIP. Selain disambut oleh tim tujuh dan kader PDIP, kedatangan pria ini juga disambut oleh sejumlah pendukungnya. Hal yang membuat Salam cukup terkejut yaitu dirinya disambut dengan penampilan Macan Kadhuk.

“Saya membaca di media, ada pembukaan penjaringan bacabup. Karena dibuka untuk umum, maka saya pun datang ke sini untuk maksud itu. Apalagi, PDIP membuka pendaftaran tanpa mahar. Makanya, ini merupakan momen dan kesempatan bagi kami,” ucapnya.

Dikatakannya, kesempatan penjaringan tersebut tidak lain untuk melakukan perjuangan  memajukan Kabupaten Jember dan menyejahterakan masyarakat. “Ini komitmen saya agar bisa bersama-sama wong cilik, termasuk memperjuangkannya,” ungkap Salam.

Menurut Salam, keikutsertaan dalam kontestasi Bacabup 2020 atas dasar panggilan jiwanya. Di Jember, menurutnya, banyak terjadi fenomena-fenomena pada era kepemimpinan saat ini. “Saya tertarik untuk ikut berkompetisi di dalam pilkada ini agar bisa memberi yang terbaik dan berguna untuk masyarakat luas,” bebernya.

Dia mengaku, sebelum menjadi pengusaha, dirinya merupakan wong cilik. Dalam hidupnya, ia pernah juga kesulitan untuk mencari sesuap nasi. Berkat tekad kuat dan ketekunanya, dia bisa menjadi pengusaha yang dapat memberi lapangan kerja bagi banyak orang.

Untuk itu, Jember yang kini sudah maju akan semakin maju lagi bila diberi sentuhan yang tepat. Apalagi, SDM di jember menjadi yang terbaik ketiga di Jawa Timur. “Akan lebih baik lagi apabila kita bersama-sama seluruh masyarakat bersinergi, bekerja sama, saling mengisi, memberi, menerima manfaat, saling memberi informasi termasuk pembangunan. Sehingga Jember lebih maju lagi,” jelasnya.

Salam menyebut, perlu niat besar agar Jember ke depan dibangun bersama-sama. “Harus benar-benar ada transparansi hukum di dalam birokratnya. Jika demikian, Jember akan sangat maju. Apalagi banyak potensi di sini, termasuk pariwisata serta potensi yang lain,” pungkasnya. (*)

IKLAN

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Nur Hariri

Editor : Bagus Supriadi