Eman, Motor Trail Tak Terawat

KAMUFLASE: Motor trail sebagai kendaraan dinas di Dispendik Jember terbengkalai di teras salah satu gedung. Sayang sekali, kendaraan ini tidak terawat dengan baik. 

RADAR JEMBER.ID – Sepeda motornya masih bagus, sayang tidak terawat. Jumlahnya mencapai puluhan, dibiarkan begitu saja di teras salah satu gedung Dispendik Jember.  Beginilah kendaraan dinas jika dipakai oknum yang kurang menghargai pembelian dari uang negara.

Tak hanya kondisi fisik kendaraan yang sudah tak terawat, kelengkapan kendaraan pun sudah tiada. Bahkan, kendaraan yang seharusnya berplat merah, ada yang diubah dengan plat hitam. Padahal, motor trail plat hitam itu juga turut berjajar bersama motor-motor yang sedang dilakukan inventarisasi oleh Dispendik Jember. Ada pula motor trail, lebih mirip motor untuk hobi ngetrail, lantaran tidak ada plat nomor sama sekali.

Puluhan kendaraan roda dua itu berbagai jenis. Dilihat dari fisik dan tahun kendaraan dikeluarkan, motor dinas itu bisa dikatakan masih baru. Motor trail saja ada yang baru keluar 2017, sedangkan motor bebek juga keluaran 2017. Keseluruhan motor dinas tersebut berdebu, banyak rantai motor yang sudah berkarat.

Banyaknya kendaraan roda dua yang tak terpakai di Dispendik Jember mengundang tanya warganet. Akun Facebook Syamsul Hadi menggunggah foto motor-motor di Dispendik itu dengan komentar “betapa mubazirnya sepeda motor di Dispendik Jember”.

Menanggapi hal itu, Kepala Dispendik Jember Edy Budi Susilo mengatakan, motor-motor plat merah itu bukan motor mangkrak, melainkan proses inventarisasi. “Itu motor dari internal kita (Dispendik, Red). Sebelumnya dipakai pegawai seperti kabid, kasi, atau staf di lingkungan Dispendik. Sekarang sedang diiventarisasi untuk dipegang oleh siapa nantinya,” terangnya.

Edy menjelaskan, motor dinas tersebut bukan motor dari petugas dinas bekas Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dispendik, melainkan murni motor operasional untuk pegawai internal Dispendik Jember. Motor-motor tersebut dikumpulkan untuk dilakukan pengecekan.  Setelah itu, didistribusikan ke pegawai Dispendik yang berhak sesuai dengan kebutuhan operasional. “Yang jelas, nanti motor tersebut didistribusikan internal Dispendik, bukan untuk guru,” paparnya.

Dalam pengecekan diketahui ada kelengkapan yang berubah. Edy mencontohkan, tidak adanya lampu sein, tidak ada plat nomor, hingga ditemukan plat hitam. “Saya tertibkan motor-motor dinas ini. Yang jelas, mengganti plat nomor merah jadi hitam itu tidak boleh,” katanya.  (*)

IKLAN

Reporter : Dwi Siswanto

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Bagus Supriadi