Menuju Tiga Kandidat Calon Rektor Unej

Sejumlah Bakal Calon Rektor Universitas Jember

RADAR JEMBER.ID – Tahapan pemilihan rektor Universitas Jember memasuki pengundian nomor urut, kemarin (5/9). Pengundian dilakukan di lantai tiga gedung rektorat. Nomor urut tersebut untuk penetapan urutan penyampaian visi, misi, dan program kerja bacarek.

Rencananya, penyampaian visi misi ini akan dilakukan pada Oktober 2019 mendatang. Dari penyampaian itu, akan terpilih tiga kandidat yang bersaing untuk memimpin Kampus Tegalboto periode 2020-2024. “Penyampaian visi misi saat tahapan pemaparan visi misi.” Kata Ketua Panitia Penjaringan dan Penyaringan Bacarek Unej Mohammad Ali.

Hasil proses pengundian nomor, Prof Bambang Kuswandi dari Fakultas Farmasi berada pada urutan pertama. Kemudian, nomor urut dua ditempati Prof Dafik dari FKIP dan nomor urut tiga Djoko Poernomo dari FISIP.

Sementara itu, Nurul Ghufron dari Fakultas Hukum berada pada nomor urut empat. Selanjutnya ada Agus Luthfi Dari FEB. Nomor enam Kahar Muzakhar dari FMIPA, nomor tujuh Zulfikar dari FMIPA, nomor delapan Iwan Taruna dari FTP, nomor sembilan Prof Bambang Sujanarko dari Fakultas Teknik, dan terakhir drg I Dewa Ayu Susilowati dari FKG.

Dalam proses pengambilan urutan itu, dua bacarek tidak hadir, yakni Nurul Ghufron dan Kahar Muzakhar. Namun, mereka mendelegasikan perwakilan untuk mengambil nomor urut tersebut

Menurut Ali, keduanya tidak hadir karena ada acara yang tak bisa ditinggalkan. Mereka diberikan kelonggaran karena sudah memiliki jadwal sebelum penetapan tanggal pengundian itu. “Itu sudah kami antisipasi, surat sudah kami sampaikan dan tanda terima sudah kami dapatkan,” terangnya. Mereka memberikan kuasa yang legitimate mewakili keberadaannya.

Setelah Bacarek memiliki nomor urut, mereka akan mengikuti tahapan selanjutnya, yaitu penetapan 3 kandidat dari 10 bacarek yang ada. “Itu domain senat, panitia hanya mengawal sampai penjaringan terbuka dan presentasi visi misi. Kemudian diagendakan follow up untuk dilakukan rapat senat tertutup,” tandasnya.

Di Unej, total ada 91 suara senat yang berhak memilih. Calon yang sudah mengantongi 71 suara sudah bisa terpilih jadi rektor, walau tidak mendapatkan suara dari Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti).

Senat Unej terdiri atas pimpinan, mulai dari rektor sampai wakil rektor, dekan masing-masing fakultas, dua wakil dosen dari masing-masing fakultas, serta guru besar atau profesor. “Total suara senat Unej ada 91,” tambah Ali.

Suara dari Kemenristekdikti sebesar 35 persen, atau sebanyak 49 suara. Sedangkan suara senat Unej sebesar 65 persen atau 91. Total suara yang berhak memilih sebanyak 140. (*)

 

IKLAN

Reporter : Maulana

Fotografer : Maulana

Editor : Bagus Supriadi