Gelaran Festival Egrang Kesepuluh

Angkat Tema Memuliakan Desa Damai

MAHIR MAIN EGRANG: Jonas De Smedt, bule asal Belgia ini masih diupayakan kembali menyemarakkan Festival Egrang yang ke-10, tanggal 21 September mendatang di Ledokombo.

RADAR JEMBER.ID – Festival Egrang yang kesepuluh bakal digelar pada 21 September 2019 mendatang. Tema yang diangkat tahun ini adalah tentang memuliakan desa yang damai. Memperkenalkan potensi desa di Kecamatan Ledokombo.

Tema itu bertepatan dengan Hari Perdamaian Internasional. Alasan pemilihan tema itu karena sudah saatnya membuat gerakan memuliakan desa. “Karena banyak problem yang dirasakan kota maupun dunia. Lantaran desanya sendiri tidak dimuliakan. Padahal, potensi di desa ini masih sangat banyak,” kata founder Komunitas Tanoker, Farha Ciciek.

Potensi yang dikembangkan mulai dari sumber daya manusia (SDM), alam, ekonomi, dan sosial. Itu guna mendukung kesejahteraan dan kedamaian masyarakat. Nantinya, desa juga bisa menjadi tempat kembalinya para anak muda yang telah berhasil menimba ilmu di kota besar. Hal itu agar mereka turut serta membangun desa lebih mulia lagi.

Selain itu, tahun ini ada variasi yang berbeda di Festival Egrang. “Kami ingin menggelar gelaran menari bersama tingkat nasional. Gerakan tari nasional itu sudah ada di kota besar. Jember sendiri yang berstatus kabupaten,” tuturnya.

Nantinya, menari massal ini akan melibatkan berbagai pihak. Mulai dari anak-anak hingga lansia. Launching menari nasional itu mulai dari Jakarta, Bandung, Medan, dan Jember. Setelah dari Jember, dilanjutkan ke Makassar, dan terakhir ke Kota Ambon.

Selain itu, bila pelaksanaan tahun sebelumnya dihadiri oleh penggiat permainan egrang asal Belgia, Jonas De Smedt, tahun ini belum bisa dipastikan ia hadir kembali. Tanoker tetap mengusahakan bule tersebut hadir lagi di Festival Egrang tahun ini. “Mudah-mudahan dia (Jonas, Red) juga bisa datang. Tapi dia juga sedang merekrut temannya dengan serius. Dia tidak mau asal-asalan temannya yang datang ke Jember nanti,” katanya.

Lebih lanjut, Jonas sendiri sudah sehati dengan Festival Egrang Tanoker. “Kalau jodoh ya datang lagi. Dia sedang mengupayakan rekannya, masih dalam seleksi,” imbuhnya.

Di Festival Egrang tahun lalu, Jonas menjadi daya tarik tersendiri. Sebab, ia menjadi seorang bule yang mahir memainkan Egrang. Ketika tiba di Stasiun Jember, Jonas disambut dengan meriah, dan langsung mempraktikkan permainan egrang. (*)

IKLAN

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Muchammad Ainul Budi

Editor : Bagus Supriadi