Lestarikan Lingkungan, Dua Kali Sepekan Naik Sepeda ke Kantor

Kiprah Try Sandi Apriana, Anggota DPRD Muda dari Demokrat

Persaingan dan gengsi gede-gedean biasanya menjadi penyakit wakil rakyat. Rupanya hal itu tak sepenuhnya berlaku. Di Jember, anggota DPRD dari Partai Demokrat Try Sandi Apriana, justru membiasakan diri bersepeda saat berangkat ke kantor untuk ikut melestarikan lingkungan.

SEDERHANA: Try Sandi Apriana, salah satu anggota DPRD Jember yang mewajibkan dirinya untuk memakai sepeda pancal tiap Senin dan Kamis.

RADAR JEMBER.ID – Era modern seperti sekarang cukup sulit menemukan pejabat yang berpenampilan sederhana. Saat bepergian, sepertinya banyak yang ogah untuk naik sepeda motor, apalagi sepeda angin. Mereka lebih memilih mengendari mobil agar terlihat mentereng. Hal itu justru dikurangi oleh politisi Partai Demokrat, Try Sandi Apriana. Dirinya terlihat santai mengayuh sepeda saat keluar dari gedung DPRD Jember.

Naik sepeda, bagi Sandi, diakui sudah menjadi kebiasaan sejak dirinya remaja. Jalan ke pasar, ke sekolah, serta ke sejumlah tempat lain kerap dilakukannya menggunakan sepeda. Kebiasaan itu pun tak ditinggal begitu saja, meski saat ini dirinya sudah menjadi wakil rayat.

Sandi menyebut, apa yang dia lakukan bukan tanpa alasan. Di era yang serba canggih, menurutnya banyak orang yang terkadang lupa untuk meminimalisasi dampak buruk dari kehadiran kendaraan modern. Untuk itu lah, sekali pun dia memiliki mobil, tapi tetap bertekad untuk terbiasa hidup sehat.

“Salah satu yang saya lakukan yaitu untuk berolahraga. Saya kira banyak pejabat yang tidak punya waktu berolahraga. Makanya, walau pun saya menjadi anggota dewan, saya tidak meninggalkan kebiasaan saya naik sepeda,” ucap pria yang tinggal di Jalan Sultan Agung, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates tersebut.

Agar tetap bisa menerapkan hobinya itu, Sandi pun mewajibkan dirinya sendiri selalu naik sepeda dua kali tiap pekan, setiap hari Senin dan Kamis. Aktivitas ini bak orang-orang Islam yang melaksanakan puasa sunah. “Senin dan Kamis saya bertekad naik sepeda. Ini juga untuk mengampanyekan pentingnya kelestarian lingkungan. Andai saja, Jember dalam sehari saja tanpa kendaraan bermotor, saya kira akan sangat bagus,” jelasnya.

Kebiasaan bersepeda menurutnya tidak bisa dilakukan oleh semua orang, oleh semua pejabat, termasuk orang-orang kaya sekali pun. Jika tanpa ada niat dari diri sendiri, maka naik sepeda tak bisa berkesinambungan, bahkan tidak akan mungkin dilakukan. “Tanpa niat akan sulit,” imbuhnya.

Harapan untuk ikut melestarikan lingkungan dengan meninggalkan kendaraan bermotor, menurutnya bisa ditularkan pada generasi muda yang sangat kini sudah jarang memiliki sepeda. Bukan hanya itu, para pejabat di Jember kiranya juga tidak salah jika dalam sepekan sekali atau dua kali, naik sepeda dan menanggalkan kendaraan bermotor mereka.

Meski sebagian orang menilai mustahil, namun bagi Sandi sepertinya hal itu harus tetap dikampanyekan agar menjadi kebiasaan. Asalkan ada niatan bersama. “Car free day saja bisa, saya kira semua orang juga bisa. Cukup sehari saja keluar rumah tanpa membawa kendaraan bermotor,” jelasnya.

Dukungan menggunakan sepeda menurutnya juga dapat dilakukan pemerintah melalui kebijakan. Salah satunya dengan memberi ruang di pinggir jalan khusus untuk pengguna sepeda. “Selama ini, ruang pengguna sepeda seperti berada di garis putih jalan aspal. Masih cukup terbantu. Kalau diberi ruang agak lebar, pasti akan lebih baik,” pungkasnya. (*)

IKLAN

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Nur Hariri

Editor : Mahrus Sholih