Prestasi Generasi Milenial Anak Madrasah

Oleh: Dr. Hj. Erma Fatmawati, M. Pd.I

Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat nasional tahun 2019 akan berlangsung tanggal 16 hingga 20 September 2019 di Manado Sulawesi Utara. Tema yang diangkat pada KSM tahun ini adalah ‘Integrasi Sains dan Islam untuk Madrasah Hebat Bermartabat’. Tema ini sangat tepat untuk meningkatkan kecerdasan anak didik madrasah dalam mengintegrasikan sains dan Islam dalam konteks kerangka ilmu pengetahuan. Kompetisi ini menjadi ajang untuk melatih pelbagai talenta hebat dari siswa-siswi Madrasah seluruh Indonesia sejak dini.

KSM kali ini menggunakan tagline “Simadrius” yaitu singkatan dari “Siswa Madrasah Serius”. Adapun maskotnya menggunakan gambar Tarsius sedang memeluk komputer layar TV LED. Maskot-maskot tersebut mejadi simbol keunggulan anak-anak Madrasah baik siswa tingkatan madrasah ibtidaiyah (MI), madrasah tsanawiyah (MTs) dan madrasah aliyah (MA) dalam hal penalaran keilmuan. Anak madrasah tidak menjadi generasi pinggiran. Mereka dididik secara serius dan terbukti memiliki segudang prestasi di tingkat nasional dan internasional. Ilustrasi memeluk komputer layer TV LED menunjukkan bahwa siswa madrasah saat ini tidak gagap teknologi. Anak-anak madrasah telah berkecimpung dalam dunia keilmuan modern yang mampu menghadirkan temuan-temuan ilmiah berkualitas.

Siswa madrasah dibekali dengan daya dukung keilmuan berkualitas dan perangkat laboratorium yang begitu lengkap. Nalar kreativitas para siswa madrasah tumbuh dan lahir dari penempaan yang sistematis dan terukur. Pemerintah dalam konteks ini telah benar-benar menyediakan ruang dan dukungan besar kepada anak didik madrasah utamanya dalam menyongsong tantangan industri 4.0.

Generasi Emas Milenial

Pemerintah lewat Kementerian Agama menghadirkan berbagai inovasi dan kreasi untuk membawa anak-anak madrasah menjadi generasi milenal yang berkualitas dan tidak lagi menjadi generasi kolonial yang gagap teknologi.  Karena itu, seluruh stakeholder madrasah sudah seharusnya menyediakan laboratorium sekolah yang memadai. Tidak berhenti dalam usaha itu, melainkan juga senantiasa meningkatkan skill riset guru untuk mengantarkan para anak didik madrasah dalam konstruk pendekatan saintifik. Pendekatan ini menjadi penting untuk merangsang anak didik madrasah dalam mengenal, memahami berbagai materi, dan mendorong mereka melakukan observasi.

Sejauh ini, Kementerian Agama juga menyediakan perhelatan kompetisi bertajuk Madrasah Young Researcher Super Camp. Kegiatan ini merupakan ikhtiar kolektif pemerintah dalam mendorong kreativitas dan nalar berpikir ilmiah para siswa madrasah. Hasil yang dapat kita rasakan bersama adalah generasi milenial anak madrasah yang hebat dan cerdas. Hal itu dibuktikan dengan deretan prestasi. madrasah ibtidaiyah (MI) Pembangunan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menjadi juara langganan kontes robotik internasional. Melalui pasangan kakak beradik, tim robotik madrasah ibtidaiyah (MI) ini meraih Gold Prize dalam kategori Super Maze Solving pada Asian Robotic Championship di Kuala Lumpur, Malaysia. Tahun 2018, empat siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTs N) 1 Tangerang Selatan berhasil menjuarai International Youth Robot Competition (IYRC) di Beijing.

Deretan prestasi ini menunjukkan keunggulan anak didik madrasah yang memiliki imajinasi dan kreativitas tinggi. Tentang imajinasi kreatif ini, kita bisa melihat anak didik Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Pamulang, Tangerang Selatan. Mereka menciptakan robot kreatif yang susah dinalar oleh orang dewasa sekalipun. Salah satu contohnya, siswa kelas VIII di MTsN 2 Pamulang mengembangkan konsep robot pertanian yang dilengkapi miniatur kincir angin dan beberapa alat sensor. Ada sensor untuk buka tutup bendungan. Ada sensor infra merah antihama burung. Jika ada burung maka robot ini akan mengeluarkan bunyi yang mengusir burung.

Kreativitas seperti inilah yang diharapkan oleh kita semua. Anak didik madrasah mampu tampil menjadi generasi emas milenial dengan segudang prestasi baik di tingkat nasional dan internasional. Karena itu, seluruh stakeholder mulai dari guru, orang tua, pemangku kebijakan, dituntut untuk terus meningkatkan prestasi akademik yang cemerlang ini menuju Madrasah Hebat Bermartabat menyongsong dunia Revolusi Industri 4.0.

*) Dr. Hj. Erma Fatmawati, M. Pd.I, Dosen Luar Biasa Pascasarjana IAIN Jember, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kementerian Agama Jember

IKLAN

Reporter :

Fotografer :

Editor :