Kantongi 71 Suara, Otomatis Jadi Rektor

RADAR JEMBER.ID Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Jember (Unej) mulai mendekati masa penyaringan. Suara senat juga sudah hangat diperbincangkan. Total ada 91 suara senat yang berhak memilih. Agar terpilih, calon rektor harus meraih 71 suara, walau tak mendapatkan dukungan suara dari Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti).

Kepala Humas dan Protokoler Unej Agung Purwanto menjelaskan, Pilrek Unej ini berbeda dengan pilkada, pilpres, ataupun pileg. Masyarakat tidak punya hak suara, bahkan tidak semua dosen di Unej memiliki hak suara. Sebab, kata dia, yang berhak memilih rektor adalah Senat Unej, serta Menristekdikti. “Jadi, kalau ada polling siapa calon Rektor Unej yang disebar, maka itu aneh. Sebab, itu tidak bisa jadi bahan referensi ataupun prediksi,” tuturnya.

Ketua Panitia Pilrek Unej Dr Moch Ali menjelaskan, Senat Unej itu terdiri atas pimpinan Unej mulai dari rektor sampai wakil rektor, dekan masing-masing fakultas, dua wakil dosen dari masing-masing fakultas, dan guru besar atau profesor. “Total suara senat Unej ada 91,” ujarnya.

Walau unggul dalam suara senat dalam pemilihan rektor nanti, tak secara otomatis seorang calon rektor terpilih menjadi rektor. Sebab, kata dia, masih ada suara Mentristekdikti sebesar 35 persen dari total suara yang ada. “Jadi, suara senat Unej itu sebesar 65 persen, 35 persen sisanya adalah suara menteri,” tuturnya.

Jika melihat ke belakang, dalam Pilrek Unej 2012 lalu, suara Moch Hasan PhD bersaing dengan  Prof Agus Subekti kalah jumlah. Agus Subekti mendapat suara jauh lebih banyak dalam pemilihan tingkat senat. Namun kenyataannya, Moch Hasan yang terpilih dan dilantik menjadi rektor. Itu karena suara menteri tersebut diserahkan semuanya ke Moch Hasan.

Agar calon yang didukung senat otomatis disahkan sebagai rektor, maka setidaknya calon Rektor Unej itu harus mengantongi 71 suara senat. Sebab, lanjut Ali, jika 35 persen suara Menristekdikti itu dikonversi menjadi 49 suara. Kalau ditotal, jumlah keseluruhan adalah 140 suara. “Hitungannya, 50 persen plus 1 itu sudah menang. Jadi 50 persen dari 140 itu sebanyak 70 suara. Jadi, tinggal tambah satu suara lagi,” ujarnya.

Ali menjelaskan, pemilihan tersebut akan dimulai setelah proses penjaringan dan penyaringan calon rektor tuntas. Kata dia, dari total 10 bakal calon rektor, dikerucutkan menjadi tiga calon. Semisal ada dua calon yang mendapatkan suara terbanyak, maka pemilihan diulang lagi satu kali. “Jika hasilnya tetap, maka dua nama calon rektor itu disetor ke menteri. Dalam pemilihan rektor nanti, juga tidak ada putaran kedua, tapi cukup satu kali putaran saja,” pungkasnya. (*)

IKLAN

Reporter : Dwi Siswanto

Fotografer : Grafis Reza

Editor : Mahrus Sholih