IAIN Jember Gandeng IIEF Kembangkan Tes TOEFL

BERSINERGI: Penandatanganan kerja sama IAIN Jember untuk pelaksanaan Test TOEFL dengan Indonesian International Education Foundation (IIEF) di Ruang Madya

RADAR JEMBER.ID – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember secara resmi memiliki lisensi untuk menyelenggarakan Test of English as a Foreign Language (TOEFL) Institutional Testing Program (ITP). Yakni melalui Unit Pengembangan Bahasa (UPB). Kampus Islam Nusantara itu menjalin kerja sama dengan Indonesian International Education Foundation (IIEF), kemarin (29/8).

Penandatanganan memorandum of understanding (MoU) itu dilakukan langsung oleh Direktur IIEF Diana Kartika Jahja didampingi oleh jajaran Wakil Rektor (Warek) IAIN Jember. Kontrak kerja sama itu dinilai akan membawa pengaruh positif terhadap mahasiswa secara umum.

Warek III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja sama IAIN Jember Hefni Zain mengatakan, kerja sama itu merupakan salah upayanya menaikkan grade IAIN Jember. “Prinsipnya, bagi kita bagaimana bisa saling menguntungkan,” katanya.

Menurutnya, keberadaan TOEFL saat ini menjadi kebutuhan bagi setiap mahasiswa yang menempuh jenjang pascasarjana di berbagai jalur. Seperti beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), ujian tesis, ujian disertasi, program 5 ribu doktor, dan lain-lain. Dia meyakini, dengan adanya kerja sama itu, para mahasiswa akan memiliki akses dan kemudahan dalam menjangkau peluang studi mereka.

Grade TOEFL ini tidak hanya kelas nasional tapi berskala internasional. Jadi, semakin tinggi itu bisa memberikan manfaat semakin luas. Tidak hanya bagi mahasiswa, tapi juga untuk stakeholder IAIN Jember secara umum,” terangnya.

Sementara itu, bagi IIEF, adanya kerja sama itu disambut baik sebagai upaya perguruan tinggi dalam memberikan akses dan kemudahan mahasiswa dalam memperoleh pengakuan keterampilan berbahasa Ingris. “TOEFL itu berstandar internasional. Jadi, kalau ambil ujian di Indonesia, Meksiko, Amerika, China, dan lain-lain, itu semua sama, karena standarnya internasional,” tambah Diana Kartika Jahja.

Menurutnya, sebagai lembaga keterwakilan untuk Indonesia, kedudukan IIEF juga berskala internasional yang terpusat di Amerika. Dia menilai, keberadaan TOEFL selama ini cukup banyak peminatnya. Hal itu pula yang menjadi pendorong pihaknya mengadakan kerja sama dengan perguruan tinggi, termasuk di IAIN Jember sendiri. “Saking populernya, banyak dari mereka yang awam terkait TOEFL itu, makanya muncul service ujian TOEFL secara liar di online. Padahal itu banyak yang abal-abal dan palsu,” jelasnya.

Dia menjelaskan beberapa catatan program beasiswa pihaknya banyak menemukan pengaduan bahwa sertifikat TOEFL ada yang diedit, bahkan ada yang tidak ikut tes sama sekali, tapi memiliki sertifikat. Padahal jika terbukti bersalah, yang bersangkutan bisa di-balcklist oleh sistem dan tidak bisa mendapatkan hak-haknya dalam memperoleh beasiswa.

“Kami menghargai inisiatif dari IAIN ini, karena memang tuntutannya sekarang seperti itu. Makanya ke depan perlu bersama-sama untuk melakukan perbaikan dan memberikan akses lebih banyak,” pungkasnya. (*)

IKLAN

Reporter : Maulana

Fotografer : Istimewa

Editor :