Pria Setengah Abad Meninggal Usai Kencan di Hotel

CEK TKP: Anggota Polsek Sumbersari melakukan olah TKP di kamar hotel tempat korban dan pasangannya kencan. Di kamar inilah korban ditemukan sekarat usai berhubungan intim dengan teman perempuannya tersebut.

RADARJEMBER.ID, JEMBER– SH, warga Desa Suco, Kecamatan Mumbulsari, meninggal di Puskesmas Sumbersari. Pria 50 tahun itu meninggal setelah mengaku sesak napas kepada pasangan kencannya, Y, seusai memadu kasih di salah satu hotel yang berada di bilangan Jalan Letjen Suprapto, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, Senin (26/8) siang, sekitar pukul 11.00.

Sebelum korban ditemukan dalam kondisi sekarat di dalam kamar bersama pasangannya itu, korban menyewa kamar sekitar pukul 09.15. Saat datang ke hotel, korban bersama perempuan warga Desa Subo, Kecamatan Mumbulsari tersebut, sama-sama mengendarai motor. “Setelah memarkir motor, keduanya langsung masuk kamar,” ujar salah seorang karyawan hotel.

Teman kencan korban yang juga menjadi saksi itu mengaku, mereka sempat melakukan hubungan intim. Tapi tak lama kemudian korban ini mendengkur, katanya terasa nyeri di dada. Kata saksi, sebelum mengajak bertemu di hotel, korban sempat menelepo jika kondisinya lagi tidak enak badan. “Bahkan, saat periksa, korban disarankan untuk memeriksakan diri ke laboratorium,” ujar saksi, menirukan ucapan korban sebelum ke hotel.

Perempuan berusia 35 tahun ini mengungkapkan, tak lama setelah berhubungan badan, korban terdengar ngorok. Karena khawatir, saksi kemudian menghubungi petugas hotel, Muldiyantoro. Saat itu juga, petugas hotel melaporkan ke Polsek Sumbersari. Di saat bersamaan, korban dibawa ke puskesmas terdekat agar mendapat pertolongan medis.

Namun setelah diperiksa oleh petugas medis, korban dinyatakan telah meninggal. “Anggota yang menerima laporan ada orang meninggal di puskesmas langsung mendatangi lokasi,” ujar Kompol Faruk, Kapolsek Sumbersari.

Faruk membenarkan kronologi sebelum korban dinyatakan tiada. Ternyata korban ini sempat menyewa kamar hotel bersama seorang perempuan dan berhubungan badan layaknya suami istri. Diduga, korban meninggal karena sakit. Sebab, tiga hari petaka itu terjadi, korban mengaku sakit dan diberi surat rujukan oleh petugas medis di puskesmas tempat korban periksa sebelumnya.

“Di tubuh korban juga tidak ada tanda penganiayaan. Sementara, keluarga korban mengakui kalau korban ini memang sakit,” paparnya. Dia menambahkan, setelah membuat surat pernyataan, jenazah korban diserahkan pada keluarga untuk dimakamkan. (*)

IKLAN

Reporter : Jumai

Fotografer : Istimewa

Editor : Mahrus Sholih