Persiapan Daftar Calon Rektor Unej

Lima Orang Mulai Cek Kesehatan

Rektor Unej Moh Hasan Phd

RADAR JEMBER.ID – Pendaftaran bakal calon rektor Universitas Jember (Unej) resmi dibuka sejak kemarin. Walau waktunya singkat, hanya tiga hari, namun sudah ada lima dosen ancang-ancang mendaftar. Yakni Zulfikar yang menjabat sebagai Wakil Rektor I Unej, Djoko Purnomo dari dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip), Nurul Gufron yang juga Dekan Fakultas Hukum, Dafik, Dekan Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan (FKIP), dan Agus Lutfi, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).

Lima orang tersebut sudah melakukan cek kesehatan di Unit Medical Center (UMC) milik Unej. “Pertama yang datang itu Zulfikar, selanjutnya Djoko Purnomo, Nurul Gufron, Davik, dan Agus Lutfi,” ucap petugas administrasi UMC yang enggan namanya disebut.

Penjaringan bakal calon rektor (bacarek) Unej periode 2020-2024 itu berlangsung hingga 26 Agustus 2019. “Saya berharap dalam masa penjaringan ini akan muncul banyak bacarek, mengingat ada sekitar tiga ratusan dosen Unej yang memenuhi syarat untuk maju,” kata Rektor Unej Moh Hasan.

Syarat itu meliputi dosen yang memiliki jabatan lektor kepala dan berpendidikan S-3. Dari sisi pemenuhan syarat administrasi, panitia akan membantu. Sebab, panitia dan bagian kepegawaian akan menyediakan berkas yang diperlukan, juga sudah menghubungi Polres Jember untuk memberikan kemudahan pembuatan SKCK.

Rektor Unej dua periode itu menambahkan, pemilihan rektor ini juga membuka kesempatan bacarek dari luar Universitas Jember. “Mulai pemilihan rektor periode ini, bacarek dari luar Unej boleh mendaftarkan diri asal persyaratan sesuai dengan yang ditetapkan oleh Kemenristekdikti,” tambahnya.

Namun, bacarek dari luar negeri atau WNA masih belum bisa, karena dasar hukumnya juga belum ada. Masa kerja Hasan sendiri akan  berakhir pada 27 Januari 2020 mendatang. “Saya ini dilantik pada 27 Januari, sehingga berakhir jabatan saya juga 27 hari. Dihitung mundur dua bulan, selambat-lambatnya proses penyaringan yaitu 27 November,” tuturnya.

Moh. Ali, ketua panitia penjaringan dan penyaringan bacalon rektor Unej menambahkan, setelah tahapan penjaringan berakhir, akan dilanjutkan dengan tahap penyaringan yang akan diisi dengan penyampaian visi, misi, dan program kerja. Paling lambat dilaksanakan pada 27 November 2019.

“Dalam tahap penyaringan ini ada dua bentuk pemaparan visi, misi, dan program kerja. Yakni secara terbuka kepada keluarga besar Unej dan tertutup di hadapan senat,” tambahnya.

Dari tahapan penyaringan ini, akan menghasilkan tiga bacarek yang akan dikirim ke Kemenristekdikti untuk masuk ke tahapan pemilihan yang dilakukan oleh senat Universitas Jember dengan Menristekdikti,” jelas pria yang juga dosen di Fakultas Hukum ini.

Sementara itu, Agung Purwanto, Kepala Humas dan Protokol Universitas Jember  menambahkan, untuk memudahkan dosen, mahasiswa, dan karyawan Universitas Jember mengetahui siapa saja yang akan menjadi bacarek Unej, panitia telah membuat laman khusus yang beralamatkan di pilrek.unej.ac.id. “Diharapkan dengan adanya laman khusus ini, maka keluarga besar Unej akan mengetahui siapa dan bagaimana latar belakang calon pemimpinnya. Selain itu, visi, misi, dan program kerja bacarek juga akan lebih mudah tersosialisasikan kepada khalayak luas,” paparnya. (*)

IKLAN

Reporter : Dwi Siswanto

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Bagus Supriadi