Gudang Terbakar saat Ada Pekerja

SUDAH PADAM: Petugas PMK Pos Ambulu berupaya memadamkan sisa api yang membakar gudang tembakau di Desa Sidodadi, Tempurejo. Sejak awal pekan ini, sudah ada dua gudang tembakau di Jember yang terbakar.

RADAR JEMBER.ID – Kebakaran gudang pengeringan tembakau kembali terjadi. Kali ini di Dusun Krajan RT 001 RW 003, Desa Sidodadi, Kecamatan Tempurejo, Jumat (23/8) sekitar pukul 09.00. Gudang berisi daun tembakau jenis Naa Oogst ini ludes setelah dilalap si jago merah hingga rata dengan tanah.

Terbakarnya gudang itu sempat membuat warga sekitar panik. Sebab, di sekitar gudang juga ada beberapa rumah warga dan berada di kawasan permukiman penduduk. Apalagi, gudang milik Surani, 65, warga setempat, ini tak bisa tertolong. Bahkan, kobaran api yang terus membesar merembet ke bagian dapur rumahnya hingga menghanguskan sebagian kecil bangunan dapur.

Sejauh ini, belum diketahui secara pasti apa penyebab kebakaran itu. Sebab, sebelum gudang terbakar, di dalam ada beberapa pekerja, termasuk korban pemilik gudang. Tiba-tiba api sudah muncul dari bagian atas. “Api membakar gudang tak sampai 30 menit. Karena merembet sangat cepat,” ujar Surani.

Kejadian itu membuat pekerja di dalam gudang langsung keluar. Mereka berupaya memadamkan api menggunakan alat seadanya. Selanjutnya kejadian itu dilaporkan ke Polsek Tempurejo dan Posko Petugas Pemadam Kebakaran (PMK) di Ambulu. “Tembakau kering di dalam gudang itu sekitar enam kuintal,” katanya.

Kapolsek Tempurejo AKP Suhartanto membenarkan insiden itu. Hingga saat ini, polisi masih belum mengetahui penyebab terjadinya kebakaran. Sejauh ini, pihaknya masih menyelidiki peristiwa tersebut, apakah karena faktor kelalaian atau ada unsur kesengajaan. “Karena yang terbakar dulu di bagian atap,” ujar Kapolsek.

Menurut Suhartanto, kebakaran itu berjalan cukup singkat. Sebab, bangunan gudang itu terbuat dari bambu dan beratap anyaman daun tebu atau welit. Oleh karenanya, ketika mobil PMK tiba di lokasi, gudang tersebut sudah rata dengan tanah. Kendati begitu, petugas tetap berupaya mencegah terjadinya kebakaran dengan menyemprotkan air ke sisa-sisa kebakaran. “Akibat peristiwa ini, korban mengalami kerugian sekitar Rp 55 juta,” pungkasnya. (*)

 

 

IKLAN

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Mahrus Sholih