Deklarasi Jadi Kampus WBK dan WBBM

MENEGASKAN: Moh. Hasan, Rektor Universitas Jember, saat deklarasi Unej menjadi kampus WBK dan WBBM

RADAR JEMBER.ID Universitas Jember resmi mendeklarasikan diri sebagai wilayah bebas korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih dan melayani (WBBM). Deklarasi ini disampaikan oleh Moh. Hasan, Rektor Universitas Jember, kemarin (20/9).  Hadir juga para mitra Unej seperti  perwakilan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jember, perwakilan Kantor Pajak Pratama Jember, Bakorwil V di Jember, perwakilan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN), dan lembaga lainnya.

Hasan mengatakan, deklarasi zona integritas menuju WBK dan WBBM merupakan salah satu usaha Unej dalam mewujudkan reformasi birokrasi. Tujuannya untuk mencapai good university governance. “Pada dasarnya, seluruh bisnis proses terkait akademik maupun nonakademik yang dilakukan oleh Unej  memiliki risiko terjadinya penyuapan atau korupsi,” tuturnya.

Untuk itu, kata dia, Unej melakukan kajian internal terkait risiko yang mungkin saja terjadi dan bagaimana upaya untuk mengantisipasinya. Salah satunya dengan integrasi manajemen mutu ISO 9001 dengan manajemen anti-penyuapan yang ada dalam ISO 37001.

Dia mencontohkan, di bidang akademik, bisa saja oknum karyawan yang bertugas melakukan entry nilai pada sistem melakukan jual beli nilai kepada mahasiswa tanpa sepengetahuan dosen. Untuk mencegah potensi ini, sekarang yang wajib memasukkan nilai adalah dosen yang bersangkutan.

Begitu juga dengan para mahasiswa. Saat ujian skripsi, tidak perlu lagi membawa kue atau makanan lain untuk penguji, sebab bisa dikategorikan penyuapan.

Selain itu, proses pengadaan barang dan jasa pun tidak luput dari risiko terjadinya penyuapan. Sering kali, dalam proses pengadaan, untuk memudahkan proses administrasinya, harus mengeluarkan sejumlah dana. “Kami tidak ingin itu terjadi, karena bisa mengurangi kualitas hasil pekerjaan,” jelasnya.

Oleh karena itu, dalam deklarasi ini, dia mengajak beberapa mitra agar paham mengenai komitmen yang dibangun. Harapannya, tidak melakukan upaya-upaya penyuapan dalam proses lelang ataupun proses pengerjaan proyek yang sedang berjalan. (*)

IKLAN

Reporter : Bagus Supriadi

Fotografer : Istimewa

Editor : Bagus Supriadi