Raih Satu Kursi tapi Bertekad Warnai DPRD Jember

Optimisme Ghofir, Caleg Terpilih dari Partai Berkarya

Hiruk pikuk dunia politik terjadi di DPRD Jember. Dari sekian partai politik yang bertarung pada pemilu lalu, Partai Berkarya meraih satu kursi di legislatif. Caleg yang terpilih itu adalah Ghofir, yang hari ini dilantik sebagai anggota dewan dari Daerah Pemilihan (Dapil) 6 Jember. Dalam dinamika politik di Jember, akankah dirinya diam dan ikut arus begitu saja?

OPTIMISTIS: Ghofir berpose bersama keluarganya. Dia menjadi satu-satunya caleg dari Partai Berkarya yang duduk di kursi DPRD Jember.

RADAR JEMBER.ID – Sikap canggung mewarnai pertemuan kali pertama 50 calon anggota DPRD Jember, kemarin (20/8). Terutama mereka yang merupakan wajah-wajah baru. Itu tampak saat dilakukan geladi pelantikan untuk menjadi anggota DPRD periode 2019-2024.

Di antara deretan puluhan orang tersebut, ada satu orang yang benar-benar tidak memiliki ‘teman’. Dia merupakan satu-satunya calon anggota legislatif (caleg) orang yang lolos dari Partai Berkarya. Bukan hanya itu, jatah kursi Berkarya pun hanya satu dari 50 kursi yang ada di DPRD.

Kondisi yang demikian mengharuskan Ghofir harus lebih aktif agar cepat punya teman. Baik teman bercanda, teman yang enak diajak ngobrol sehari-harinya, atau bahkan teman untuk berjuang dalam percaturan politik. “Ya, kebetulan saya satu-satunya dari Partai Berkarya. Itu pun hanya satu kursi,” kata Ghofir yang tinggal di Desa Gelang, Kecamatan Sumberbaru, bersama Halimatuz Zahro, istrinya, dan dua anaknya, M Ikhsan Abdillah serta Adibah Farah Syakira.

Paling minimnya kursi Partai Berkarya dibandingkan partai lain, Gofir menyebut, tidak akan menjadi halangan niatnya untuk melakukan perjuangan seperti yang diinginkan partai, termasuk memperjuangkan aspirasi masyarakat. Ghofir mengaku, keberangkatannya untuk menjadi calon dan kini menjadi anggota dewan diakui tidak mudah. Sebagai partai baru, masa-masa kampanye hingga pemilu 17 April 2019 lalu, menjadi masa-masa yang berat. Banyak orang yang mencibirnya. Bergosip ria dengan pandangan miring. Bahkan, banyak orang memprediksinya tidak akan mungkin masuk ke gedung parlemen.

Namun demikian, dia menjalaninya secara tabah. Dia pun memantapkan niatnya untuk maju, dengan tekad mengabdi kepada masyarakat. “Apalagi saya hanya mantan perangkat desa sebagai Kasi Pemerintahan Desa Gelang,” ucapnya.

Tekad kuat tersebut kemudian disambut dengan dukungan para relawan serta banyak warga. Ghofir pun selanjutnya keluar menjadi salah satu orang yang terpilih. “Saya bersyukur bisa terpilih. Saya juga berterima kasih kepada semua masyarakat,” tegasnya.

Dengan bekal satu kursi di DPRD Jember, Ghofir mengaku, dirinya tidak akan kecil hati. Sebagai orang yang berangkat dari dapil 6, Ghofir akan selalu mendengarkan aspirasi warga untuk kemudian diperjuangkan sebisanya.

Ghofir menyebut, langkah perjuangan yang akan ditempuh akan tetap melalui jalur yang benar. Yaitu berdasar musyawarah internal partainya dengan mempertimbangkan aspirasi dari masyarakat luas. Hal itu pula nanti yang akan menentukan langkahnya untuk berkoalisi membentuk fraksi atau pun masuk ke komisi.

Dalam hal pengambilan keputusan, Ghofir juga menegaskan tidak akan ikut arus pertarungan politik di DPRD. Kalau pun ada sesuatu yang tidak disepakatinya, termasuk berbanding terbalik dari apa yang diinginkan masyarakat, maka Ghofir akan lantang memperjuangkannya.

“Sekali pun saya seorang diri, hanya satu kursi dari Berkarya, tetapi saya akan tetap pada jalur perjuangan, yaitu mengabdi kepada masyarakat. Kalau ada kebijakan yang merugikan masyarakat, saya siap untuk berjuang,” tegasnya.

Untuk menjalani seluruh perjuangan dalam lima tahun ke depan, Ghofir mengaku dirinya akan datang ke DPP terlebih dahulu. Hal itu akan dilakukan setelah dirinya dilantik. “Yang jelas, saya akan ke DPP. Kemudian, apa yang saya lakukan juga akan selalu terkoordinasi dengan partai. Muaranya adalah untuk menjalankan fungsi DPRD secara baik demi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (*)

IKLAN

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Nur Hariri

Editor : Bagus Supriadi