Penyampaian Visi Misi Cakades Hari Ini

RADAR JEMBER.ID – Kampanye terbuka perdana untuk calon kepala desa (cakades) ditandai dengan penyampaian visi-misi yang berlangsung hari ini. Momen ini dijadwalkan sampai 22 Agustus 2019. kegiatan  ini menjadi penting guna mengeksplorasi latar belakang serta program-program cakades yang bertanding memperebutkan kepemimpinan tertinggi di tingkat desa.

Penyampaian visi misi bagi mereka yang menginginkan perubahan pasti menjadi hal krusial sebelum menentukan cakades pilihannya. Hal ini pula menjadi harapan agar masyarakat menjadi pemilih yang cerdas dengan menjatuhkan hatinya pada mereka yang benar-benar punya niat besar untuk membangun desanya.

Muhammad Najib, Kepala Bidang Pemerintahan Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Kabid Pemdes Dispemasdes) menjelaskan, proses kampanye berupa penyampaian visi misi memang menjadi awal diperbolehkannya kampanye terbuka. Pada kesempatan itu, masing-masing calon di 161 desa mendapat hak dan kesempatan yang sama untuk menyampaikan visi-misinya.

Secara teknis, Najib menyebut, proses penyampaian visi-misi dari masing-masing cakades sepenuhnya diserahkan kepada panitia pemilihan kepala desa (pilkades). Dalam kesempatan ini, seluruh cakades akan diberi kesempatan dan waktu yang sama.

Tak hanya itu, apakah dalam penyampaian visi misi nanti akan ada proses tanya jawab, keputusannya juga ada pada panitia pilkades. “Teknis penyampaian visi-misi itu diatur oleh panitia pilkades masing-masing,” katanya.

Sementara itu, Agus Hakam, Wakil Ketua BPD di Desa/Kecamatan Rambipuji menyebutkan, tahapan penyampaian visi misi di desanya sudah dijadwal sesuai tahapan. Menurutnya, penyampaian visi misi dilakukan oleh cakades secara bergantian. Begitu penyampaiannya selesai, acara akan langsung selesai. “Prosesnya hanya penyampaian visi-misi, tidak ada Tanya jawab. Jadi. setelah visi-misi selesai disampaikan, acara selesai,” jelasnya.

Data yang berhasil dikumpulkan, tidak adanya proses tanya jawab dalam penyampaian visi mini ini hampir merata di lakukan oleh seluruh panitia pilkades yang ada di Jember. Tidak adanya sesi tanya jawab untuk meminimalisasi kemungkinan pembunuhan karakter yang menyerang pribadi calon. Namun demikian, jika ada desa yang menerapkan sesi tanya jawab juga sah-sah saja. Bergantung kepada teknis yang diatur panitia pilkades. (*)

IKLAN

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Nur Hariri

Editor : Bagus Supriadi