Udara Dingin Picu Kematian Ikan Gurami

EKSES MUSIM KEMARAU: Petani ikan air tawar di Dusun Jatisongo, Desa Tegalwangi, Kecamatan Umbulsari terpaksa gigit jari. Ikan gurami banyak yang mati karena tidak tahan udara dingin.

RADARJEMBER.ID, JEMBER – Petani  ikan Gurami di Dusun Jatisongo, Desa Tegalwangi, Kecamatan Umbulsari, terdampak cuaca dingin disertai angin saat musim kemarau seperti sekarang ini. Hal tersebut mengakibatkan matinya ikan peliharaan mereka.

Seperti dikatakan oleh Junaidi warga setempat, cuaca dingin tersebut berlangsung mulai bulan Juli lalu. Kondisi seperti ini, tampaknya, akan berakhir pada bulan September.

“Petani ikan gurami tidak berani menabur bibit ikan  disaat udara dingin seperti ini. Kalau hal itu dipaksakan maka bibit ikan itu akan mati,” tegas Junaidi.

Hal serupa dialami pula oleh ikan gurami dewasa umur 10 bulan, padahal ikan tersebut siap untuk dipanen. “Matinya ikan Gurami karena udara dingin membuat petani ikan di Desa Tegalwangi Kecamatan Umbulsari merugi dan terancam gagal panen. Bila dikalkulasi kerugian petani ikan Gurami per seperempat hektara mencapai Rp 50 juta,” ungkapnya.

Petani ikan lainnya, Legiono, membenarkan hal tersebut. Di Dusun Jatisongo, Desa Tegalwangi tersebut, terdapat ratusan orang petani ikan air tawar dan terdapat satu kelompok budidaya ikan yang beranggotakan 15 orang.

“Untuk mengatasi permasalahan ini petani ikan harus sering menguras air kolam, minimal satu bulan sekali dan diberi obat. Namun tidak sedikit petani ikan mengunakan daun pepaya dan daun ciplukan, untuk mencegah kematian ikan Gurami,” ujar Legiono. (*)

IKLAN

Reporter : Winardyasto

Fotografer : Winardyasto

Editor : Hadi Sumarsono