Ajarkan Produk Dijual secara Daring

Dosen UM Jember Dampingi Produsen Kerupuk

PENGABDIAN: Para peneliti UM Jember bersama para pelaku usaha kerupuk di Kecamatan Puger.

RADAR JEMBER.ID Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Jember terus berupaya memberikan ide kreatif dan inovasi melalui program kemitraan kepada masyarakat. Setiap tahun, proposal PKM UM Jember yang lolos pendanaan oleh Kementrianristekdikti lebih dari sepuluh proposal.

Salah satunya adalah Tim PKM 2019 yang diketuai oleh Reni Umilasari SPd MSi, dosen Teknik Informatika. Proposal yang diajukan berjudul Peningkatan Produksi dan Pemasaran Kerupuk melalui Perbaikan Proses Pencetakan pada Industri Rumah Tangga (IRT) Kerupuk SR di Desa Wonosari, Kabupaten Jember.

Reni Umilasari mengatakan bahwa PKM sekarang bertema kewirausahaan yang mengangkat inovasi kerupuk. Kerupuk memiliki potensi yang besar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Sebab, menjadi konsumsi masyarakat setiap hari. “Kerupuk memiliki rasa yang gurih dengan tekstur yang sangat renyah,” tuturnya.

Rasa kerupuk yang nikmat menjadikan makanan ini sangat populer. Tingginya peminat membuat peluang bisnis kerupuk ini sangat menguntungkan untuk pengembangan perekonomian masyarakat.

PKM tersebut dilaksanakan di lingkungan Desa Wonosari, Kecamatan Puger. Menurut Reni, ide PKM ini bermula dari masalah yang muncul di lapangan. Yakni tak semua rumah produksi memiliki mesin pencetak yang dapat digunakan untuk memproduksi kerupuk dalam jumlah banyak dan waktu yang singkat.

Selain itu, variasi rasa juga perlu diperhatikan, mengingat daerah sentra produksi yang dekat dengan tempat pelelangan ikan (TPI) Kecamatan Puger. Target khusus yang ingin dicapai adalah terbentuknya unit usaha produksi kerupuk dengan teknologi tepat guna. Yaitu dengan mesin pencetak kerupuk, perbaikan pengemasan, serta manajemen pemasaran dengan bantuan teknologi informasi seperti market place dan media sosial.

Dia menambahkan, kegiatan PKM ini diusulkan dengan tiga kegiatan utama. Yaitu  penyedia teknologi tepat guna dan standar prosedur operasional pembuatan kerupuk dengan mesin. Kedua, program pelatihan dan pendampingan pembuatan kerupuk pada IRT kerupuk SR dengan berbagai macam variasi rasa.

Ketiga, program pelatihan dan pendampingan perbaikan kemasan serta pemasaran melalui teknologi informasi. Seperti memasarkan secara daring (online) di marketplace atau sosial media. “Kegiatan pertama bertujuan menyediakan mesin pencetak kerupuk dengan kualitas yang baik, proses pembuatan lebih cepat dan efisien,” tuturnya.

Sedangkan yang kedua untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan pembuatan kerupuk dengan variasi rasa melalui pemanfaatan hasil laut pada IRT kerupuk SR. Harapannya, IRT kerupuk SR memiliki keterampilan teknis dalam pembuatan kerupuk dengan mesin. Selain itu, menciptakan berbagai variasi rasa, seperti aneka jenis ikan, udang, dan lainnya.

Hal itu agar para pelaku usaha ini bisa memperbaiki kemasan dan manajemen pemasaran menggunakan teknologi informasi. Yakni dijual melalui internet, sehingga dapat meningkatkan pendapatan anggota IRT kerupuk SR. (*)

IKLAN

Reporter : Bagus Supriadi

Fotografer : Istimewa

Editor : Bagus Supriadi