Awasi Peredaran Rokok Ilegal

DIKETUK: Bunda indah, Bupati wakil Lumajang, ketika membuka acara kegiatan Sosialisasi ketentuan di bidang Cukai di Gedung Narawita Agung, Lumajang.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Peredaran rokok ilegal memang meresahkan. Apalagi, hal tersebut memengaruhi pendapatan daerah. Untuk mengantisipasi kebocoran pendapatan tersebut, pemerintah berencana akan membentuk satuan petugas (satgas) untuk mengecek rokok ilegal yang beredar di masyarakat.

Terutama pada penjual yang beredar di sekitar masyarakat. Upaya tersebut merupakan tindak lanjut dari sosialisasi pencegahan rokok yang gencar dilakukan pemerintah. Harapannya, dibentuknya satgas dapat memberantas rokok ilegal.

Terlebih peredarannya masih masif di tataran masyarakat. Hal tersebut disampaikan Ir Hj Indah Amperawati dalam acara sosialisasi ketentuan bidang cukai di Gedung Narawita Agung, Lumajang, kemarin.

Bunda, sapaan akrab Wakil Bupati Lumajang, mengaku dilema dengan keberadaan rokok-rokok di Lumajang. Baik itu asli maupun palsu. Di satu sisi, pemerintah mengeluarkan perda terkait larangan rokok. Di sisi lainnya, pemerintah mendapatkan dana bagi hasil cukai tembakau.

Memang selama ini pemerintah masih tahap sosialisasi tentang larangan peredaran rokok ilegal yang tidak terkontrol. Namun, dalam waktu dekat pihaknya akan membentuk satgas untuk menangani masalah peredaran rokok ilegal.

Selain berencana membentuk satgas, pemerintah akan gencar melakukan sosialisasi tentang cukai. “Yang paling penting adalah membentuk satgas, untuk mengecek rokok ilegal yang beredar ataupun yang dijual di masyarakat,” tambahnya.

Bunda berharap masyarakat juga harus terlibat untuk mengawasi peredaran rokok ilegal. Dibutuhkan peran aktif masyarakat agar tidak membeli rokok ilegal. Para pedagang pun diimbau untuk tidak menjual rokok ilegal.

Bahkan, masyarakat di harapkan melapor apabila menemukan kejadian tersebut. “Semua sudah diatur dalam undang-undang. Jadi, yang menjual rokok ilegal akan dikenakan sanksi pidana,” pungkasnya.

IKLAN

Reporter : mg2

Fotografer : mg2

Editor : Hafid Asnan