Kisah Joko Pramudhito, Anggota Tentara Pelajar

Usir Tentara Belanda Gunakan Celana Pendek

MERDEKA BUNG: Joko Pramudhito adalah saksi sejarah perjuangan bangsa saat menjadi anggota TRIP. Kala itu, dia mengaku ikut berperang mengusir penjajah.

RADARJEMBER.ID, JEMBER- Meski masih berstatus pelajar kala itu dan baru berumur 17 tahun, namun Joko Pramudhito sudah ikut mengangkat senjata melawan tentara Belanda. Joko merasa terpanggil untuk masuk menjadi Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP). Ia tercatat sebagai anggota TRIP 1001 Jawa Timur.

“TRIP itu kan tentara pelajar jadi saat mengusir Belanda menggunakan celana pendek. Sehingga Belanda sering terkecoh dikiranya kita bukan tentara karena masih terlihat polos,” akunya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Dikisahkannya, awal mula masuk TRIP dirinya pernah terlibat pertempuran menghalau tentara Belanda di Sidoarjo. Tidak ada rasa takut sedikitpun dalam diri Joko tatkala menghadapi penjajah, karena baginya gugur di pertempuran adalah risiko sebagai tentara.

“Dari Sidoarjo saya beralih ke Bondowoso, di sana pertempuran tak kalah seru. TRIP berhasil membuat tentara Belanda kocar-kacir ketika akan memasuki Jember. Penyerangan dilakukan di atas bukit di daerah Bataan Bondowoso dan berhasil merampas sebuah truk bermuatan senjata milik Belanda,” imbuhnya.

Perlawanan sengit itu menyisakan kepedihan mendalam dan tak terlupakan bagi Joko. Karena tujuh anggota TRIP gugur di medan laga. Kini Joko Pramudito tinggal di Jalan Kertanegara, Kecamatan Kaliwates. Pria yang kini telah berusia 89 tahun selalu menitikkan air mata ketika bangsa ini memperingati HUT RI.

Kakek tujuh orang cucu itu juga selalu teringat aksi heroik bertempur sebagai seorang TRIP. Dari mulutnya seketika terlontar kata-kata merdeka dan itu diucapkannya secara lantang. (*)

IKLAN

Reporter : Winardyasto

Fotografer : Winardyasto

Editor : Mahrus Sholih