Jangan Seret Pramuka ke Politik Praktis

AKRAB: Ketua Kwarcab Pramuka KH A Muqit Arief menyapa sejumlah anggota Pramuka di Alun-Alun Jember

RADAR JEMBER.ID – Perhelatan politik di Kabupaten Jember terus berjalan. Baik pemilihan kepala desa maupun isu pemilihan kepala daerah, sudah ramai dibicarakan. Untuk mengantisipasi agar Pramuka Jember tidak terlibat politik praktis, keberadaan Pramuka ditegaskan sebagai wadah tunggal yang bisa menyatukan semua unsur.

Wakil Bupati Jember sekaligus Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Jember KH A Muqit Arief mengatakan, kegiatan atau orang yang menarik Pramuka ke dalam politik harus dibuang jauh-jauh. “Hentikan segala upaya untuk menyeret Gerakan Pramuka ke dalam wilayah politik praktis. Gerakan Pramuka adalah wadah tunggal, dan karenanya kita semua bersatu di dalamnya,” katanya di Alun-Alun Jember saat menjadi Pembina Apel Besar Peringatan Hari Pramuka ke-58, kemarin (14/8).

Muqit menyebut, seluruh anggota Pramuka harus tetap menjadi bagian terdepan dalam menanamkan nilai-nilai luhur demi membentengi perkembangan hidup generasi muda. Menurutnya, Pramuka harus terlibat dalam pencegahan korupsi, kolusi, dan nepotisme. Selain itu, terjadinya sejumlah kasus radikalisme, terorisme, penyalahgunaan narkoba, juga harus ikut mencegahnya.

Pada kesempatan itu, Gerakan Pramuka, menurut Muqit, juga tidak boleh berpangku tangan apabila terjadi bencana. Mereka harus mengambil peran aktif bersama instansi terkait untuk melakukan tindakan pertolongan pertama yang diperlukan.

Tak hanya itu, Pramuka juga diminta untuk tetap bertekad membantu meningkatkan perekonomian masyarakat lokal. Produk pertanian dan pangan impor harus dikurangi dan beralih pada produk lokal. Dengan begitu, perekonomian warga Jember bisa terangkat pula. “Dengan Trisatya dan Dasadharma tersebut, setiap anggota Pramuka harus siap menjaga keutuhan NKRI melalui implementasi kehidupannya sehari-hari,” tegasnya. (*)

IKLAN

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Istimewa

Editor : Mahrus Sholih