Lalu Lintas Truk Pengangkut Sampah Macet

Ekskavator TPA Rusak, Sampah Menumpuk

SAMPAH MENUMPUK DI JALAN: Tumpukan sampah di sekitar taman TPA Pakusari karena alat berat ekskavator milik Dinas PU BMSDA Jember yang sudah rusak dua hari.

RADAR JEMBER.ID – Pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pakusari tak bisa disepelekan. Sebab, berdampak pada kesehatan dan lingkungan. Karena itu, rusaknya alat berat ekskavator (backhoe) yang biasa digunakan untuk memindah sampah bukan masalah kecil. Sebab, TPA Pakusari menerima 150 ton sampah setiap harinya yang diangkut oleh 36 truk.

Sampah itu biasanya ditumpuk menggunakan ekskavator. Namun, empat ekskavator yang selalu digunakan itu sudah mulai rusak dan tidak bisa dipakai. Tak heran, puluhan truk yang membawa sampah tidak bisa membongkar muatannya. Akhirnya, truk yang datang sejak pagi hari itu pun parkir di halaman TPA Pakusari, kemarin (14/8).

Sebenarnya, kerusakan ekskavator itu sudah cukup lama. Pihak TPA Pakusari sempat meminjam alat berat ke Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) beberapa bulan lalu. Karena beroperasi setiap hari dan tidak pernah istirahat, akhirnya alat berat tersebut juga mulai bermasalah dan rusak lagi.

Rusaknya alat itu karena digunakan terlalu sering, bahkan setiap hari. “Ekskavator milik BMSDA ini beroperasi cukup lama, setiap hari tidak pernah istirahat,” kata Totok, salah satu karyawan bagian pencatat timbangan di TPA.

“Sudah tiga hari alat berat ini rewel, karena kemasukan air di bagian tangki BBM, sehingga saat digunakan tidak normal,” terangnya. Solusi yang harus dilakukan adalah dengan cara memperbaikinya agar bisa dioperasikan lagi.

Totok khawatir, karena sampah terus berdatangan, tak hanya dari wilayah perkotaan, namun juga dari perdesaan. Mulai dari Ambulu hingga Jenggawah. Sejak pukul 08.00, puluhan truk sampah yang datang untuk membongkar terpaksa harus diparkir dulu. Itu karena lahan untuk membuang sampah tidak ada lagi. “Kalau terus dibuang di jalan menuju taman itu, sampahnya akan meluber ke jalan yang dipaving. Harus menunggu perbaikan ekskavator yang sedang diperbaiki ini,” terangnya.

Namun, setelah diperbaiki, ekskavator milik Dinas PU BMSDA ini masih belum bisa dioperasikan. Akhirnya, pihak TPA lagi-lagi harus mendatangkan alat berat milik dinas yang sama, dengan jenis wheel loader.

Permasalahan lain yang dialami TPA Pakusari adalah tidak adanya lahan yang digunakan untuk membuang sampah. Sampah sudah tidak dibuang lagi di lokasi awal, tetapi dibuang ke taman yang dulu menjadi tempat penghijauan.

Rosid, salah satu sopir truk yang biasa mengangkut sampah dari Perumahan Griya Mangli lalu di transfer di depan Jalan Imam Bonjol, memilih meninggalkan truk di pinggir jalan. Sebab, hingga pukul 14.00 kemarin, tumpukan sampah yang menuju taman itu belum selesai dipindah. “Alat berat yang ada sekarang hanya satu unit, itu pun tidak kuat kalau setiap hari beroperasi untuk memindah tumpukan sampah,” tuturnya.

Apalagi, sampah yang diangkut ke TPA jumlahnya banyak. Dengan kondisi itu, seharusnya fasilitas di TPA seperti alat berat tidak hanya satu. “Kalau bisa dua alat berat itu baru akan lancar truk yang membongkar sampah,” ujarnya.

Pantauan Radarjember.id, sejak pagi sopir truk sampah yang datang harus memarkir hingga berjam-jam. Sebab, alat berat yang ada harus dilakukan perbaikan oleh teknisi dari Dinas PU BMSDA. Terlihat antrean truk selain di halaman hingga diparkir di luar TPA Pakusari.

Alat berat jenis wheel loader yang baru didatangkan ke TPA harus memindah sampah menuju jalan ke area wisata. Dampaknya, puluhan truk harus menganggur, karena tidak bisa membongkar muatan sampahnya.

Beruntung, sampah yang masuk ke TPA ini diimbangi dengan sampah yang keluar. Sebab, di TPA Pakusari ini ada sekitar 140 pemulung. Dalam seminggu, ada dua kali sampah yang keluar diambil pemulung, sehingga bisa mengurangi volume sampah di TPA Pakusari.

Sementara itu, saat hendak dikonfirmasi terkait rusaknya alat berat di TPA Pakusari, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jember Trias Yuniar Mediawati tidak berada di kantornya, di Jalan Supriyadi, Desa Patemon, Kecamatan Pakusari.

Menurut pegawai setempat, Trias sedang ke luar kota. Begitu dihubungi melalui sambungan telepon selulernya, ia juga tidak menjawab. Ia juga tak membalas pesan singkat yang dikirim wartawan Radarjember.id hingga berita ini ditulis. (*).

 

 

IKLAN

Reporter : Jumai, Nur Hariri

Fotografer : Jumai

Editor : Bagus Supriadi