Sempat Dihadang Gerombolan Pelaku

Kusnadi Masih Buron, Sebut Motif Sengketa Tanah

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Aksi pembacokan yang menimpa mertua dan menantu di Desa Sruni perlahan mulai terkuak. Rupanya, aksi itu bukan tidak direncanakan. Sebab, sebelumnya, gerombolan pelaku sempat menghadang di Jembatan Grobokan.Niman dan Dulhari mengalami luka bacok serius.

Pelakunya adalah Amir dan Kusnadi. Amir sudah ditahan, sedangkan Kusnadi hingga petang kemarin masih buron. Dari kejadian itu, radarjember.id kemarin menemui pihak korban.

Zainudin, yang merupakan keponakan Dulhari menjelaskan, kejadiannya bermula ketika Dulhari, Niman, Sariyanto, Kholil, dan dirinya pulang mengambil daging kurban di sana. Zainuddin yang pulang lebih dulu, di tengah perjalanan dihadang banyak orang. “Saya tidak mau berhenti, nanti saya bisa dihajar sama mereka,” ujarnya.

Sesampainya di SPBU Klakah, Zainudin menghubungi bapaknya (Sariyanto) yang masih di pondok. Dia memberi tahu ada gerombolan Kusnadi. “Ternyata bapak saya sudah ditelepon Kusnadi, bapak disuruh pulang, bahkan diancam akan dibunuh,” tambahnya.

Mendengar informasi itu, Dulhari, Niman, Sariyanto, dan Kholil memu-tuskan pulang. Setibanya Dulhari dan Niman di rumah, ternyata Sariyanto tak kunjung sampai di rumah. Dulhari yang khawatir memutuskan mencari Sariyanto. “Ketika keluar dari rumah Niman dan hendak pergi ke barat, Amir dari belakang langsung membacok Dulhari,” tambahnya.

Niman yang melihat kejadian itu sontak mengambil celurit untuk mengejar Amir. Saat itulah, Niman disambut celurit Kusnadi. Seketika itu juga Niman menjadi bulan-bulanan Kusnadi. “Tidak hanya sekali dibacok, berulang kali,” ungkapnya.

Zainudin juga mengungkapkan, sikap brutal Kusnadi diduga kuat karena tak puas dengan keputusan pengadilan terkait sengketa tanah pada tahun 2007. Padahal, keputusan sidang tersebut, kata Zainudin, sudah berpihak kepada Kusnadi. Namun, harus menunggu masa sewa tanah yang sudah telanjur disewakan pada Darsono sampai 2026.

Diakui, Niman yang dianggap menyerempet Amir dengan sepeda motor dijadikan alasan Kusnadi untuk berbuat penganiayaan. “Kusnadi sudah gregetan sebelumnya, ketika ada kejadian yang dianggap menyerempet, itu dibesar-besarkan saja,” ujarnya.

Memang, meskipun tanah tersebut disewakan kepada Darsono, Niman tetap dilibatkan untuk mengelola tanah tersebut. “Bahkan, ketika masa panen, Niman juga mendapat jatah dari Darsono. Wong kerja,” jelasnya.

IKLAN

Reporter : mg2

Fotografer : mg2

Editor : Hafid Asnan