Pernikahan Dini di Ranuyoso Tertinggi

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Dibalik angka perceraian yang tembus 830 kasus dalam satu semester ini, rupanya ditunjang dengan tingginya pernikahan dini. Mereka yang menikah di usia belum matang, bahtera rumah tangganya rentan berantakan.

Di Lumajang, pernikahan dini tertinggi ada di Kecamatan Ranuyoso. “Secara pertimbangan kesehatan, seorang wanita yang belum genap usia 21 tahun di dalam rahimnya kurang matang,” ucap Lubna Azizah, Plt Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (DPPKBPP).

Dia menuturkan, segala upaya seperti kegiatan keliling bekerja sama dengan setiap kepala desa dan sekolah terutama SMP, SMA sudah dilakukan. Tujuannya untuk menyosialisasikan tentang melanjutkan sekolah dan tidak terlalu cepat menikah, apalagi di usia dini. “Kecamatan Ranuyoso memiliki angka tertinggi dengan 100 pernikahan usia di bawah 21 tahun se-Lumajang,” tutur Lubna.

Sementara itu, angka pernikahan dini terendah ada di Keca-matan Sumbersuko dan Tekung. Di dua kecamatan itu hanya ditemukan 6 pernikahan di bawah 21 tahun. Menurutnya, faktor keluarga sangat memengaruhi keputusan anak tersebut mengambil langkah. “Secara mental, psikis anak tersebut belum siap, tapi keluarga mendorong,” ucap Lubna.

Ketika faktor mental tidak siap untuk menghadapi tekanan, maka yang ada hanyalah ketidak-harmoniasan. Penyebab itulah yang akhirnya mendorong kuat-nya perceraian.Dengan 830 kasus perceraian se-Lumajang, menurutnya sudah merupakan bukti bahwa mental dan pikiran sangat berpengaruh. “Dari dulu kita sudah mengan jurkan supaya tidak ada bulan madu, namun tahun madu” ucap Lubna.

Sosialisasi tersebut dia lakukan secara serentak di 21 Kecamatan. Tujuannya supaya anak yang belum genap berusia 21 tahun tetapi sudah menikah untuk melakukan tahun madu. Yakni menunggu perempuan tersebut berusia 21 tahun baru menjalani prosesi kehamilan.

IKLAN

Reporter : mg3

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Hafid Asnan