Alat Berat TPA Rusak, Puluhan Truk Tak Bisa Buang Sampah

BERHENTI KERJA: Puluhan truk pengangkut sampah masih terparkir di halaman TPA Pakusari. Para sopir tak bisa membuang sampah karena alat berat milik TPA rusak.

RADARJEMBER.ID, JEMBER- Rusaknya alat berat excavator di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pakusari, membuat aktivitas penimbunan sampah terganggu. Karena alat berat itu digunakan untuk memindah sampah yang baru datang dari truk. Akibatnya, sejak pagi puluhan truk pengangkut sampah harus parkir di halaman TPA, Rabu (14/8).

Hingga siang ini, teknisi dari PU Bina Marga dan Sunber Daya Air (BMSDA) masih melakukan perbaikan. Biasanya, sesuai ditimbang truk pengangkut sampah itu langsung muatannya di TPA. Selanjutnya, sampah tersebut dikeruk oleh alat berat dan ditimbun membentuk gunungan sampah di lahan khusus yang ada di TPA. Tapi hari ini, para sopir terpaksa memarkirkan kendaraannya.

“Karena memang tidak ada tempat membuang sampah,” ujar salah seorang sopir truk dari Pasar Tanjung. Bahkan, tak hanya di halaman TPA, tapi truk sampah tersebut juga ada yang dimasukkan ke gudang pengolahan sampah.

Alat yang ada sekarang ini merupakan pinjam pakai milik PU BMSDA Jember. Karena alat yang ada di TPA Pakusari sudah lama rusak. “Alat berat milik PU BMSDA ini tidak kuat untuk digunakan di sampah. Ini hanya digunakan untuk di saluran saja,” ujar Yudi, Operator Excavator.

Padahal, volume sampah tiap hari yang ke TPA ini mencapai 150 ton. Setiap harinya, limbah rumah tangga dan pasar tradisional itu diangkut sekitar 140 truk sampai 150 truk. Selain tingginya volume sampah dan rusaknya alat berat, luasan lahan juga terus berkurang. “Untuk hari ini truk yang isi sampah tidak bisa membuang karena lahan untuk membuang sudah penuh,” ujar Totok, Petugas Timbangan TPA Pakusari.

Menurutnya, alat berat yang digunakan saat ini memang pinjam pakai milik PU BMSDA. Sedangkan alat berat milik TPA Pakusari sendiri sudah lama rusak. Saat ini, alat tersebut masih dalam perbaikan oleh tim teknisi dari Surabaya. (*)

IKLAN

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Mahrus Sholih