Lomba Agustusan Mulai Digelar

Agar Tak Canggung ke Kecamatan

LOMBA PERMAINAN RAKYAT: Untuk mengisi agenda Agustusan, warga Ambulu menggelar lomba permainan rakyat. Salah satunya merias wajah tanpa cermin dan dengan mata tertutup.

RADAR JEMBER.ID – Tidak lengkap rasanya jika di bulan Agustus masyarakat tak menggelar agenda Agustusan, dengan berbagai macam lomba dan kegiatan lainnya. Di beberapa lokasi, gelaran tersebut sudah mulai diselenggarakan. Salah satunya di Kantor Kecamatan Ambulu, yang sengaja dibuka untuk umum bagi masyarakat sekitar.

Kantor Kecamatan Ambulu mendadak beda dengan hari-hari biasa. Sebab, di halamannya terlihat masyarakat yang menggunakan pakaian olahraga untuk mengikuti lomba permainan rakyat. “Ayo! pasang lipstiknya di bibir bukan di pipi dan alis,” suara panitia lomba terdengar di sela-sela riuh semangat warga yang menjadi pendukung lomba merias wajah.

Bagaimana tak bikin tertawa, peserta harus merias pasangannya dari belakang, sehingga hasilnya dipastikan tak presisi. Ada yang memasang lipstiknya di bagian alis, dan ada juga yang memakai pensil alis di kelopak matanya. Keseruan makin menjadi ketika ‘korban’ rias melihat hasil kerja pasangan mereka di cermin.

Selain lomba merias, ada beberapa permainan rakyat yang sudah menjadi agenda tahunan untuk memperingati HUT RI. Di antaranya lomba memindah tepung beregu, sepak bola dangdut, makan kerupuk, pukul air dalam kantong plastik, dan memasukkan paku ke dalam botol.

Peserta permainan rakyat itu datang dari beberapa instansi seperti puskesmas, seluruh perangkat desa, PLN, TNI, Polri, sekolah, mahasiswa yang melakukan KKN, serta dari kalangan disabilitas. “Untuk memperingati HUT ke-74 RI, panitia melibatkan seluruhnya instansi yang ada di Ambulu. Selain itu, diikuti kelompok disabilitas yang ada di kawasan ini,” ujar Sutarman, Camat Ambulu.

Selama ini, kata dia, kantor kecamatan hanya didatangi oleh warga jika ada keperluan administrasi tertentu, seperti meminta surat keterangan. Dengan gelaran Agustusan ini, dirinya berharap warga tak canggung lagi untuk masuk ke wilayah kantor kecamatan tanpa tujuan spesifik. “Tujuannya agar warga yang tidak pernah ke kantor kecamatan tidak canggung lagi. Sehingga mereka yang belum kenal, bisa kenal setelah mengikuti lomba. Peserta lomba ini juga dicampur, bapak-bapak dan ibu-ibu sama-sama ikut lomba. Hanya yang tidak bisa itu lomba merias dan sepak bola dangdut,” terangnya. (*)

IKLAN

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti