Komunitas Jember Seramania Fighter, Tak Hanya Kontes, Tapi juga Ladang Rejeki

SAK DULURAN SELAWASE: Performa ayam serama oleh Komunitas Seramania Jember, saat berkunjung ke Kantor Jawa Pos Radar Jember, beberapa hari lalu.

RADARJEMBER.ID – Hobi memang tidak bisa dinilai. Begitulah ungkapan yang patut disematkan ke komunitas pecinta ayam serama ini. Dari sekian hewan yang lucu dan menggemaskan, mereka melabuhkan hobinya untuk memelihara hewan jinak dan mungil tersebut.

BAGI sebagaian orang, aktivitas memelihara hewan bisa menjadi salah cara untuk mengisi waktu kosong di rumah. Selain untuk dikonsumsi, hewan-hewan tersebut untuk dijual kembali.

Namun berbeda hal yang dengan salah satu komunitas pecinta hewan yang satu ini. Berdalih  untuk menyalurkan hobi, mereka rela merogoh kocek cukup besar untuk bisa merawat dan melatih ayam-ayamnya agar bisa action dalam kontes ayam serama.

Adalah Komunitas Ayam Serama Jember Seramania Fighter yang eksistensinya saat ini mulai tenar dan mulai dilirik oleh para pecinta ayam hias.

Wawan Hendrawan, salah seorang anggota komunitas tersebut mengatakan, komunitas ayama serama yang terbentuk pada awal 2014 itu terinspirasi dari salah seorang yang tengah mengikuti kontes ayam serama di Blitar.

“Dari kontes itu ada beberapa peserta yang ternyata juga berasal dari Jember. Nah kemudian saya dan beberapa yang lain mencoba menghimpun teman lainnya untuk diajak gabung,” katanya.

Meskipun komunitas tersebut terbentuk mulai 2014, namun ayam serama di Jember itu diakuinya sudah lama dikenal oleh masyarakat. Bahkan di komunitasnya sendiri, sudah sering mengikutsertakan ayam serama di berbagai even.  Seperti agenda rutin sosialisasi, Car Free Day (CFD) di Jember, CFD di Lumajang ataupun CFD di Bondowoso.

“Tujuannya untuk memasyarakatkan ayam Serama. Kalau ayam kecil itu nggak cuma ayam kate saja, tapi ada ayam jenis lain. Ini  perpaduan antara ayam kate Malaysia dengan ayam kate Jepang,” tutur pria asal Ambulu itu.

Hingga saat ini, anggota pecinta ayam serama ini berjumlah sekitar 15 orang. “Kita di sini untuk menambah dulur, sharing informasi dan akhirnya sudah akrab layaknya sudah akrab kaya famili. Dan itu semua karena ayam serama,” jelasnya.

IKLAN

Reporter : Maulana

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Hadi Sumarsono