Pembangunan Gedung FUAH Dimulai

Pascasarjana IAIN Jember Buka Dua Prodi Baru

SIMBOLIS: Dirjen Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag RI H Kamaruddin Amin menyerahkan SK dua prodi baru kepada Rektor IAIN Jember Prof Dr H Babun Suharto.(Humas IAIN for Radar Jember)

RADAR JEMBER.IDPascasarjana IAIN Jember membuka dua program studi (prodi) baru mulai tahun akademik 2019-2020. Yakni Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk program doktoral (S-3) dan Program Studi Islam (SI) untuk program master (S-2).

Salinan surat keputusan untuk dua prodi baru itu diserahkan secara simbolis oleh Dirjen Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag RI H Kamaruddin Amin kepada Rektor IAIN Jember Prof Dr H Babun Suharto, Kamis (8/8) lalu. Penyerahan SK itu dilakukan bersamaan dengan agenda peletakan batu pertama pembangunan gedung Pendidikan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora (FUAH).   

Dengan bertambahnya dua prodi baru itu, pascasarjana IAIN Jember kini memiliki sembilan prodi. Masing-masing tujuh prodi program S-2 dan dua prodi program S-3. Untuk program S-2 meliputi Prodi PAI, Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Hukum Keluarga (HK), Ekonomi Syariah (ES), Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), serta Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).

Sedang untuk program S-3 meliputi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) dan PAI. “Insyaallah tahun depan akan bertambah satu prodi baru, yaitu Studi Islam untuk program doktoral,” kata Direktur Pascasarjana IAIN Jember Prof H Halim Subahar usai mengikuti penyerahan SK prodi baru.

Seluruh prodi yang ada di Pascasarjana IAIN kini sudah mulai membuka pendaftaran mahasiswa baru, termasuk untuk dua prodi baru S-3 PAI dan S-2 SI. “Silakan, yang berminat sudah bisa daftar mulai sekarang sampai akhir Agustus nanti,” tambahnya.

Halim Subahar menjelaskan, pada tahun akademik 2019-2020 ini, Pascasarjana IAIN Jember akan menerima 14 kelas atau 280 mahasiswa. Masing-masing untuk program S-2 prodi MPI menerima tiga kelas, PAI dua kelas, ES dua kelas, serta Prodi PBA, KPI, PGMI, dan SI masing-masing satu kelas. Sedang untuk program doktoral (S-3) untuk prodi MPI dan PAI masing-masing satu kelas.

Sementara itu, Rektor IAIN Jember Prof Babun Suharto menjelaskan, tahun 2019 ini IAIN Jember menerima anggaran dari pemerintah pusat sebesar Rp 25 miliar. Dana yang bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) itu diperuntukkan untuk membangun empat gedung pendidikan baru. Yakni untuk pembangunan gedung FUAH, Fakultas Syariah, Fakultas Dakwah dan Laboratorium Terpadu.

Kebutuhan gedung untuk tempat kuliah ini dinilai sangat mendesak guna menampung mahasiswa. Apalagi, IAIN Jember menerima  4.150 mahasiswa baru. Jumlah terbesar kedua setelah IAIN Tulungagung. Jumlah total mahasiswa di kampus IAIN Jember mencapai 18.200.

Sementara itu, Dirjen Pendis Kamaruddin mengingatkan agar IAIN Jember terus berbenah. Tidak hanya membangun gedung pendidikan saja, tapi juga harus berkonsentrasi meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan. Terutama melakukan inovasi dan kreativitas pendidikan model e-learning. “Agar tidak kalah dengan kampus lain, dosen-dosen di sini semuanya harus melek IT dan berkontribusi di jurnal-jurnal internasional. Semua dosen juga harus bercita-cita menjadi profesor. Makanya, dosen harus didorong untuk sekolah S-3,” sarannya. (*)

IKLAN

Reporter : Bagus Supriadi

Fotografer : Istimewa

Editor : Bagus Supriadi