Libas Persebo Muda Bondowoso 5-1

Panen Gol di Kandang Sendiri

RAYAKAN GOL: Mohammad Akmal melakukan selebrasi setelah berhasil membobol gawang Persebo Muda. Pemain bernomor punggung 27 tersebut mencetak dua gol sekaligus pada babak kedua. (WAWAN DWI/RADAR JEMBER)

RADAR JEMBER.ID  Persid Jember begitu tega melibas tim daerah tetangga sendiri, Persebo Muda Bondowoso, kemarin (9/8). Bermain di sendiri di Jember Sport Garden (JSG), Persid hujani gol ke gawang Laskar Gerbong Maut, julukan Persebo Muda, dengan skor telak 5-1 (1-0).

Penampilan prima ditunjukkan anak-anak Persid walau tidak didukung sepenuhnya oleh suporter fanatiknya, Berni. Bahkan, pertandingan baru berjalan tiga menit, gol cepat tercipta lewat tendangan voli Bayu Mahardika dari dalam kotak penalti. Unggul satu gol, tak membuat permainan Persid membaik. Peluang demi peluang dibuang percuma. Sebelum babak pertama usai, pelatih Persid Jaenuri justru menarik penyerang utamanya M Ivan Akbar.

Menarik Ivan dan memasukkan pemain senior M Akmal ternyata menjadi jurus jitu. Kombinasi tiga pemain senior dimasukkan bersama-sama. Akmal berposisi penyerang, Iwan Sampurno gelandang bertahan, dan Jerry full back membuat serangan Persid semakin masif sepanjang babak kedua. Bahkan, Akmal mampu merobek jala Persebo Muda yang dikawal Iwanto dua gol sekaligus pada menit 61 dan 85.

Sementara itu, dua gol berikutnya di cetak Iwan Sampurno 50’ yang memanfaatkan tendangan sudut dan Moch Badri 78’. Unggul 5-1 pada pertandingan Persid, tidak membuat Pelatih Kepala Persid Jaenuri puas. Sebab, kata Jaenuri, pada babak pertama anak asuhnya masih demam panggung. Aliran bola yang seharusnya bermuara ke penyerang juga tidak maksimal. “Kami akan terus evaluasi walau hasil pertandingan menang,” tuturnya.

Sedangkan menurut Iwan Sampurno, kapten Persid, bermain bersama satu tim yang mayoritas usianya di bawahnya perlu adaptasi untuk temukan chemistry. Menurut dia, setiap pemain itu berbeda-beda. Ada yang ditekan bisa lebih baik, atau ditekan justru mentalnya jatuh. Karena itu, kata dia, kebersamaan itu sangat penting untuk membentuk tim.

Asisten Pelatih Persid, Anshori menambahkan, yang perlu dievaluasi adalah soal fisik. Jika dibandingkan dengan laga sebelumnya lawan  Persewangi dengan hasil seri, maka menurutnya mental pemain untuk laga tandang belum terbentuk baik. “Beban mental juga ada saat lawan Persewangi,” imbuhnya.

Rifa Efendi, Pelatih Kepala Persebo Muda Bondowoso mengakui, anak asuhnya kurang maksimal. Apalagi membentuk skuad juga terbilang mepet. “Pemain Persebo Muda banyak dari pemain Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) kemarin. Hanya beberapa dicopot dan menambah dua pemain senior,” pungkasnya. (*)

IKLAN

Reporter : Dwi Siswanto

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Mahrus Sholih