Hanya Dukung saat Laga Tandang

Berni Boikot Persid

BOIKOT TIM KESAYANGAN: Berni, suporter setia Persid Jember, menyatakan memboikot laga kandang Persid tahun ini. Namun, mereka tetap mendukung Persid saat pertandingan tandang.

RADAR JEMBER.ID – Laga kedua sore nanti, Persid bakal menghadapi Persebo Muda Bondowoso. Namun, pada pertandingan itu kemungkinan besar Persid tanpa didampingi suporternya, Berni. Pasukan pendukung tim bola kebanggaan Jember tersebut menyatakan boikot untuk seluruh pertandingan kandang yang dijalani Persid Jember di Liga 3 musim ini.

Namun, suporter yang identik dengan warna hitam-hitam itu hanya tak datang ke stadion saat laga kandang. Mereka menyatakan akan tetap mengawal Persid saat pertandingan tandang. Alias kala Persid berlaga di luar Jember.

Ketua Umum Berni Agus Riski menyebut, selama tim Persid masih berstatus kepemilikan secara perorangan dari Yayasan Persid Jember (YPJ), dan belum diserahkan sepenuhnya ke Pemkab Jember Berni tetap bakal memboikot laga kandang Persid. “Secara organisasi, rekan-rekan Berni sudah sepakat memboikot Persid di pertandingan home. Tapi kalau laga away, kami tetap mendampingi. Di samping itu, juga untuk silaturahmi dengan suporter tuan rumah,” tuturnya.

Di pertandingan perdana Persid, Minggu (4/8) lalu, Berni membuktikan aksinya. Mereka tetap mengawal Macan Raung, julukan Persid, saat tandang ke Stadion Diponegoro Banyuwangi. Dalam laga itu, Persid mampu mengimbangi permainan tuan rumah dengan skor akhir imbang 1-1, antara Persewangi dan Persid. “Laga kandang, tribune akan kami kosongkan. Rekan-rekan tetap datang ke stadion. Tapi tidak membeli tiket dan tidak masuk ke tribune,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Agus ini menambahkan, pihaknya sudah memberitahukan kepada seluruh koordinator kecamatan (korcam) maupun kordinator wilayah (korwil) Berni se-Jember. “Sudah saya kumpulkan semua korcam dan korwil. Hasilnya, kawan-kawan tetap memboikot. Sikap ini menyusul ketidakjelasan kepemilikan Persid,” katanya.

Menurut Agus, sebelumnya beredar kabar bahwa pendaftaran Persid musim ini mengatasnamakan perorangan dari pihak YPJ. Meski begitu, setelah ada konfirmasi dari pihak YPJ, mereka berdalih ada kesalahan penulisan. Tapi, kata dia, kalau kondisi seperti ini terus dibiarkan, maka Persid akan terus begitu. Diklaim milik perorangan yang menggunakan payung yayasan. “Karena Persid ini milik masyarakat Jember,” tukasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua YPJ Sunardi menanggapi dingin. Kata dia, dari dulu Persid milik Pemkab Jember. Walaupun dalam regulasi, YPJ berdiri sendiri. “Munculnya YPJ karena memang klub harus memiliki badan hukum untuk bisa mengikuti liga,” ucap Sunardi.

Sebab, jika sebuah klub tidak memiliki yayasan atau PT, Sunardi menutukan, tim itu tidak bisa mendaftar kompetisi. “Lambang Persid saja sudah lambang Jember. Jadi, otomatis bukan milik perorangan. Tapi milik masyarakat Jember,” tandasnya. (*)

IKLAN

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Muchammad Ainul Budi

Editor : Mahrus Sholih